Dek … Shalat Shubuh Lebih Baik Daripada Tidur

Mei 7, 2009 pukul 4:00 pm | Ditulis dalam Shalat | Tinggalkan komentar
Tag: , ,

shubuh

Setiap hari inilah yang kami temui pada adik-adik yang kami ajari di Gunung Kidul. Di bulan ramadhan memang mereka sangat gemar sekali shalat shubuh di masjid karena sebelumnya mereka harus makan sahur. Namun berbeda jika ramadhan telah berakhir, suasana di masjid terlihat akan sangat mencolok dari yang ditemukan di bulan ramadhan. Sekarang, jama’ah sudah semakin sedikit. Bahkan kadangkala hanya ada 1 orang iman dan 1 orang makmum yang mengikuti shalat shubuh. Kebanyakan dari adik-adik kami ini, shalat di rumah namun kesiangan. Sebagian lagi bahkan meninggalkan shalat yang wajib ini. Mungkin kejadian semacam ini bukan hanya terjadi di tempat kami. Kami rasa kejadian semacam ini merata di setiap tempat. Kita dapat menghitung dengan jari di masjid-masjid yang ada, berapa banyak orang yang menunaikan shalat shubuh di masjid dibanding shalat yang lain. Continue Reading Dek … Shalat Shubuh Lebih Baik Daripada Tidur…

Iklan

Apakah Niat Perlu Dilafazhkan? Haruskah dengan Usholli …?

Februari 3, 2009 pukul 5:00 pm | Ditulis dalam Melafalkan Niat | 12 Komentar
Tag: , , , , , , ,

Disusun oleh Muhammad Abduh Tuasikal (ralat dari posting sebelumnya yang terpotong)

writing6Sahabat -Al Faruq- Umar bin Khaththab radhiyallahu ’anhu berkata,”Saya mendengar Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda,

’Sesungguhnya amal itu tergantung niatnya. Dan setiap orang akan mendapatkan yang ia niatkan. Barangsiapa yang berhijrah kepada Allah dan Rasul-Nya, maka ia telah berhijrah kepada Allah dan Rasul-Nya. Dan barangsiapa yang hijrahnya itu karena kesenangan dunia atau karena seorang wanita yang akan dinikahinya, maka hijrahnya itu kepada apa yang ditujunya’.” (HR. Bukhari & Muslim).

Inilah hadits yang menunjukkan bahwa amal seseorang akan dibalas atau diterima tergantung dari niatnya.

Setiap Orang Pasti Berniat Tatkala Melakukan Amal Continue Reading Apakah Niat Perlu Dilafazhkan? Haruskah dengan Usholli …?…

Jenggot yang Terzholimi

Februari 2, 2009 pukul 1:00 pm | Ditulis dalam Dunia Muda, Jenggot, Pelecehan | 7 Komentar
Tag: , ,

Disusun oleh Muhammad Abduh Tuasikal, ST

jenggotKalau sudah melihat orang yang berjenggot, pasti sebagian orang merasa aneh dan selalu mengait-ngaitkan dengan Amrozi, cs. Jadi, seolah-olah orang yang berjenggota adalah orang yang sesat yang harus dijauhi dan disingkarkan dari masyarakat. Itulah salah satu ajaran Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang terzholimi. Berikut kami akan membahas mengenai hukum memelihara jenggot dan pada pembahasana terakhir nanti kami akan menyanggah beberapa kerancuan mengenai masalah jenggot. Semoga bermanfaat. Continue Reading Jenggot yang Terzholimi…

Shalat Tahiyyatul Masjid Di Waktu Terlarang Untuk Shalat

Januari 30, 2009 pukul 8:15 am | Ditulis dalam Shalat | 6 Komentar
Tag: , ,

Oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah
Diterjemahkan oleh Muhammad Abduh Tuasikal, ST
Sumber
: Majmu’ Fatawa, 5/311, Asy Syamilah

masjid2Seperti kita ketahui bersama bahwa ada waktu-waktu terlarang untuk shalat. Ada 5 waktu yang dimaksudkan yaitu [1] sesudah shalat shubuh sampai matahari terbit, [2] ketika metahari terbit hingga setinggi tombak, [3] ketika matahari berada di atas kepala hingga tergelincir ke barat, [4] sesudah shalat Ashar sampai matahari menguning, dan [5] ketika matahari menguning sampai matahari tenggelam sempurna. Inilah waktu-waktu terlarang untuk shalat sebagaimana dijelaskan para ulama berlandaskan pada hadits-hadits yang shohih. Namun yang jadi pertanyaan adalah bagaimana jika kita masuk masjid pada waktu terlarang tadi, apakah kita boleh mengerjakan shalat sunnah tahiyatul masjid? Berikut penjelasan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dalam Majmu’ Fatawanya. Continue Reading Shalat Tahiyyatul Masjid Di Waktu Terlarang Untuk Shalat…

Marilah Memenuhi Undangan Nikah

Januari 18, 2009 pukul 5:00 am | Ditulis dalam Hukum Islam | 12 Komentar
Tag: , , , ,

Disusun oleh Muhammad Abduh Tuasikal, ST
Saudaraku, Ini adalah nasehat untukku dan untukmu

8210961Para pembaca sekalian yang semoga dirahmati Allah Ta’ala. Setiap muslim adalah saudara bagi muslim yang lain. Setiap muslim memiliki hak bagi saudaranya yang lain. Hak sesama muslim ini sangatlah banyak sebagaimana terdapat dalam banyak hadits.

Di antaranya Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam pernah bersabda yang artinya,”Hak muslim pada muslim yang lain ada enam yaitu,”(1) Apabila engkau bertemu, berilah salam padanya, (2) Apabila engkau diundang, penuhilah undangannya, (3) Apabila engkau dimintai nasehat, berilah nasehat padanya, (4) Apabila dia bersin lalu mengucapkan ’alhamdulillah’, doakanlah dia (dengan mengucapkan ’yarhamukallah’, pen), (5) Apabila dia sakit, jenguklah dia, dan (6) Apabila dia meninggal dunia, iringilah jenazahnya. (HR. Muslim). Di antara hak yang harus ditunaikan seorang muslim pada muslim yang lain dalam hadits ini adalah memenuhi undangan.

Continue Reading Marilah Memenuhi Undangan Nikah…

Orang yang Junub dan Wanita Haidh Diperbolehkan Membaca Dzikir dan Do’a

Januari 14, 2009 pukul 12:00 pm | Ditulis dalam Hukum Islam | 2 Komentar
Tag: , , ,

Oleh An Nawawi rahimahullah dalam penjelasan beliau di kitab At Tibyan fi Adabi Hamalatil Qur’an
Diterjemahkan oleh Muhammad Abduh Tuasikal, ST

al-quran3Posting kali ini adalah lanjutan dari posting terdahulu mengenai membaca Al Qur’an bagi orang yang junub dan wanita haidh (atau nifas). Silakan lihat pembahasan terdahulu di sini. Setelah kami membahas hal tersebut dengan menukil fatwa dari Syaikh Abdul Aziz bin Baz, muncul sebuah pertanyaan dari saudara kami –semoga Allah selalu merahmati beliau-, kalau memang seseorang yang junub tidak boleh membaca Al Qur’an, lalu bolehkah baginya membaca dzikir atau membaca sebagian dari Al Qur’an dengan maksud membaca dzikir (seperti membaca Surat Al Ikhlash, Al Falaq, An Naas sebelum tidur) padahal masih dalam keadaan junub? Berikut kami tambahkan penjelasan terdahulu dengan membawakan perkataan ulama besar, penulis kitab Riyadhus Sholihin yang sudah masyhur yaitu An Nawawi rahimahullah. Semoga bermanfaat. Continue Reading Orang yang Junub dan Wanita Haidh Diperbolehkan Membaca Dzikir dan Do’a…

Apakah Orang yang Bertaubat Wajib Mandi?

Januari 14, 2009 pukul 10:00 am | Ditulis dalam Thoharoh | Tinggalkan komentar
Tag: , , , ,

Oleh Al Lajnah Ad Da’imah lil Buhuts wal Ifta’ (Komisi Tetap Urusan Riset dan Fatwa Kerajaan Arab Saudi)
Diterjemahkan oleh Muhammad Abduh Tuasikal, ST

sedihSoal pertama dari Fatwa no. 6149
Pertanyaan:
Apakah orang yang taubat dengan sebenar-benarnya diwajibkan untuk mandi? Lalu adakah do’a yang harus atau bacaan yang diucapkan ketika itu? Continue Reading Apakah Orang yang Bertaubat Wajib Mandi?…

Semoga puasa kita di hari asyura ini diterima

Januari 7, 2009 pukul 9:00 am | Ditulis dalam Puasa | 7 Komentar
Tag: , , , , , , ,

Disusun oleh Muhammad Abduh Tuasikal, ST (29 Dzulhijjah 1429 H)

hadiahSungguh puasa memiliki keutamaan yang sangat besar bagi pelakunya. Tidakkah engkau mengetahui bahwa puasa adalah rahasia antara hamba dan Rabbnya?!
Dalam riwayat Muslim, dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
« كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ يُضَاعَفُ الْحَسَنَةُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا إِلَى سَبْعِمِائَةِ ضِعْفٍ قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ إِلاَّ الصَّوْمَ فَإِنَّهُ لِى وَأَنَا أَجْزِى بِهِ يَدَعُ شَهْوَتَهُ وَطَعَامَهُ مِنْ أَجْلِى »
“Setiap amalan kebaikan anak Adam akan dilipatgandakan menjadi 10 hingga 700 kali dari kebaikan yang semisal. Allah ‘Azza wa Jalla berfirman (yang artinya), “Kecuali puasa, amalan tersebut untuk-Ku dan Aku sendiri yang akan membalasnya karena dia telah meninggalkan syahwat dan makanannya demi Aku.” (HR. Muslim no. 1151)
Bagi orang yang berpuasa juga akan disediakan pintu surga yang khusus untuk mereka. Inilah kenikmatan di akhirat yang dikhususkan bagi orang yang berpuasa.
إِنَّ فِى الْجَنَّةِ بَابًا يُقَالُ لَهُ الرَّيَّانُ ، يَدْخُلُ مِنْهُ الصَّائِمُونَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ، لاَ يَدْخُلُ مِنْهُ أَحَدٌ غَيْرُهُمْ ، يُقَالُ أَيْنَ الصَّائِمُونَ فَيَقُومُونَ ، لاَ يَدْخُلُ مِنْهُ أَحَدٌ غَيْرُهُمْ ، فَإِذَا دَخَلُوا أُغْلِقَ ، فَلَمْ يَدْخُلْ مِنْهُ أَحَدٌ
”Sesungguhnya di surga ada sebuah pintu yang bernama Ar-Royyaan. Pada hari kiamat orang-orang yang berpuasa akan masuk surga melalui pintu tersebut dan tidak ada seorang pun yang masuk melalui pintu tersebut kecuali mereka. Dikatakan kepada mereka,’Di mana orang-orang yang berpuasa?’ Maka orang-orang yang berpuasa pun berdiri dan tidak ada seorang pun yang masuk melalui pintu tersebut kecuali mereka. Jika mereka sudah masuk, pintu tersebut ditutup dan tidak ada lagi seorang pun yang masuk melalui pintu tersebut”. (HR. Bukhari no. 1896 dan Muslim no. 1152) Continue Reading Semoga puasa kita di hari asyura ini diterima…

Ada yang Sedikit Berbeda pada Adzan Ketika Turun Hujan

Januari 4, 2009 pukul 7:00 am | Ditulis dalam Hukum Islam, Musim Hujan | 2 Komentar
Tag: , , ,

Disusun oleh Muhammad Abduh Tuasikal, ST

adzan1Sebagian kaum muslimin khususnya muadzin mungkin belum mengetahui hal ini. Ketika turun hujan dan hujannya membuat kesulitan untuk ke masjid, ada anjuran untuk menambahkan lafazh berikut ini ketika adzan. Namun sebelumnya, kita akan melihat beberapa riwayat dalam Shohih Muslim yang berkenaan dengan hal ini. Semoga bermanfaat. Continue Reading Ada yang Sedikit Berbeda pada Adzan Ketika Turun Hujan…

Bagaimana Mengucapkan Basmalah Di Kamar Mandi Ketika Mau Berwudhu?

Desember 30, 2008 pukul 6:17 pm | Ditulis dalam Thoharoh | 3 Komentar
Tag: , ,

wudhuInilah yang masih dibingungkan beberapa saudara kami. Kalau memang kita diperintahkan baca basmalah sebelum wudhu, lalu bagaimana jika kita berada di kamar mandi? Padahal di kamar mandi kita tidak boleh menyebut nama Allah. Inilah yang akan kami bahas pada posting kali ini. Sumbernya adalah dari Fatwa Syaikh Muhammad bin Sholeh Al Utsaimin dalam Fatawal ‘Aqidah wa Arkanil Islam, soal no. 519. Continue Reading Bagaimana Mengucapkan Basmalah Di Kamar Mandi Ketika Mau Berwudhu?…

Hukum: Makmum Mengeraskan Bacaan Takbir di Belakang Imam

Desember 29, 2008 pukul 4:00 pm | Ditulis dalam Shalat | Tinggalkan komentar
Tag: , , ,

Sering kita menyaksikan seperti ini ketika shalat jama’ah. Ketika imam bertakbir ‘ALLAHU AKBAR’, makmum pun ikut menyeruakan takbirnya dengan kerasnya.
Apakah memang hal seperti ini dianjurkan bagi makmum?
Mari kita lihat fatwa ulama-ulama besar Saudi Arabia yang berada di Al Lajnah Ad Da’imah lil Buhuts wal Ifta’ (Komisi Tetap Urusan Riset dan Fatwa Kerajaan Arab Saudi) mengenai hal ini. Continue Reading Hukum: Makmum Mengeraskan Bacaan Takbir di Belakang Imam…

Shalat Sunnah Rawatib Di Waktu Zhuhur

Desember 29, 2008 pukul 11:30 am | Ditulis dalam Shalat | Tinggalkan komentar
Tag: , , , , , ,

Disusun oleh Muhammad Abduh Tuasikal

Janganlah luput dari amalan yang utama ini, wahai saudaraku.

masjid2Dari Abdullah bin As Sa’ib, beliau mengatakan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa menunaikan shalat 4 raka’at (2 raka’at salam, 2 raka’at salam) setelah waktu zawal (matahari bergeser ke barat), sebelum shalat zhuhur (dilaksanakan). Continue Reading Shalat Sunnah Rawatib Di Waktu Zhuhur…

Bagaimana Shalat Shubuh Ketika Matahari Sudah Terbit?

Desember 27, 2008 pukul 5:00 am | Ditulis dalam Shalat | 1 Komentar
Tag: , , , ,

(Disusun dari Fatwa Al Lajnah Ad Da’imah oleh Muhammad Abduh Tuasikal, ST)

mentari-pagi2Inilah kondisi sebagian kaum muslimin saat ini. Sedih banget hati ini melihat sebagian saudara kami sudah terbiasa dengan aktivitas semacam ini, sebagaimana kami pernah ceritakan hal ini dalam posting sebelumnya. Sudah jadi kebiasaan memang, bangun di pagi hari pada saat matahari sudah meninggi. Setelah bangun langsung bergegas mandi dan mulailah dia bersiap-siap ke kantor, ke kampus atau ke tempat kuliah, luputlah shalat shubuh darinya. Ini bukanlah kita temui pada satu atau dua orang saja, namun kebanyakan kaum muslimin seperti ini. Mungkin ada yang lebih parah lagi, tidak mengerjakan shalat sama sekali selama hidupnya (dia mengaku beragama Islam dalam KTP) atau dalam mayoritas waktu yang Allah berikan, dia lalai atau meninggalkan shalat lima waktu. Continue Reading Bagaimana Shalat Shubuh Ketika Matahari Sudah Terbit?…

Arah Kiblatku Tidak Pas

Desember 20, 2008 pukul 8:30 am | Ditulis dalam Hukum Islam | 3 Komentar
Tag: , , ,

Disusun oleh : Muhammad Abduh Tuasikal, ST

kabah1 Kebingungan semacam ini muncul dari jama’ah di masjid kami, Masjid Siswa Graha, Pogung Kidul, Yogyakarta. Dan mungkin kasus semacam ini terjadi di masjid lainnya, arah kiblat kadang tidak tepat menghadap Ka’bah. Setelah kami mencari-cari, kami menemukan fatwa yang bisa menyelesaikan perkara ini. Selamat menyimak.

Dalam Fatawal Aqidah wa Arkanil Islam, hal. 551 (Darul Aqidah), seorang ulama besar Saudi Arabia, Syaikh Muhammad bin Sholih Al Utsaimin rahimahullah pernah diajukan suatu pertanyaan,
“Jika telah jelas bahwa seorang yang shalat telah menyimpang (bergeser) dari (arah) qiblat, apakah dia harus mengulangi shalat?”

Continue Reading Arah Kiblatku Tidak Pas…

Bolehkah Seorang Muslim Mengucapkan ‘Selamat Natal’?

Desember 17, 2008 pukul 11:31 am | Ditulis dalam Aqidah Muslim, Hukum Islam | 5 Komentar
Tag: , , , , , , ,

Disusun oleh Muhammad Abduh Tuasikal, ST
Kumpulan Fatwa Ulama Saudi Arabia Mengenai Ucapan Selamat Natal

Alhamdulillahi robbil ‘alamin, wa shalaatu wa salaamu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi wa shohbihi wa sallam.selamat

Sudah sering kita mendengar ucapan semacam ini menjelang perayaan Natal yang dilaksanakan oleh orang Nashrani. Mengenai dibolehkannya mengucapkan selamat natal ataukah tidak kepada orang Nashrani, sebagian kaum muslimin masih kabur mengenai hal ini. Sebagian di antara mereka dikaburkan oleh pemikiran sebagian orang yang dikatakan pintar (baca : cendekiawan), sehingga mereka menganggap bahwa mengucapkan selamat natal kepada orang Nashrani tidaklah mengapa (alias ‘boleh-boleh saja’). Bahkan sebagian orang pintar tadi mengatakan bahwa hal ini diperintahkan atau dianjurkan.
Namun untuk mengetahui manakah yang benar, tentu saja kita harus merujuk pada Al Qur’an dan As Sunnah, juga pada ulama yang mumpuni, yang betul-betul memahami agama ini. Ajaran islam ini janganlah kita ambil dari sembarang orang, walaupun mungkin orang-orang yang diambil ilmunya tersebut dikatakan sebagai cendekiawan. Namun sayang seribu sayang, sumber orang-orang semacam ini kebanyakan merujuk pada perkataan orientalis barat yang ingin menghancurkan agama ini. Mereka berusaha mengutak-atik dalil atau perkataan para ulama yang sesuai dengan hawa nafsunya. Mereka bukan karena ingin mencari kebenaran dari Allah dan Rasul-Nya, namun sekedar mengikuti hawa nafsu. Jika sesuai dengan pikiran mereka yang sudah terkotori dengan paham orientalis, barulah mereka ambil. Namun jika tidak bersesuaian dengan hawa nafsu mereka, mereka akan tolak mentah-mentah. Ya Allah, tunjukilah kami kepada kebenaran dari berbagai jalan yang diperselisihkan –dengan izin-Mu-
Semoga dengan berbagai fatwa dari ulama yang mumpuni ini, kita mendapat titik terang mengenai permasalahan ini. Continue Reading Bolehkah Seorang Muslim Mengucapkan ‘Selamat Natal’?…

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.