Untuk Apa Kita Diciptakan Di Dunia Ini?

Juni 23, 2009 pukul 3:00 am | Ditulis dalam Aqidah Muslim | 2 Komentar
Tag: , ,

duniaSegala puji bagi Allah Rabb semesta alam, shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, kepada keluarga, para sahabat dan yang mengikutinya dengan baik hingga hari pembalasan.

Masih ada segelintir orang yang muncul dalam dirinya pertanyaan seperti ini, bahkan dia belum menemukan jawaban dari pertanyaan ini hingga berpuluh-puluh tahun lamanya. “Untuk tujuan apa sih, kita diciptakan di dunia ini?”, demikian pertanyaan yang selalu muncul dalam benaknya. Lalu sampai-sampai dia menanyakan pula, “Kenapa kita harus beribadah?”

Sempat ada yang menanyakan beberapa pertanyaan di atas kepada kami melalui pesan singkat yang kami terima. Semoga Allah memudahkan untuk menjelaskan hal ini. Continue Reading Untuk Apa Kita Diciptakan Di Dunia Ini?…

Iklan

Banyak Shalat, Puasa dan Sedekah Hanya Untuk Memperlacar Rizki

April 18, 2009 pukul 1:53 pm | Ditulis dalam Syirik | 8 Komentar
Tag: , ,

Alhamdullillahilladzi hamdan katsiron thoyyiban mubaarokan fiih kamaa yuhibbu Robbunaa wa yardho. Allahumma sholli ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala aalihi wa shohbihi wa sallam.

writing211

Itulah yang sering kita lihat pada umat Islam saat ini. Mereka memang gemar melakukan puasa sunnah (yaitu puasa Senin-Kamis dan lainnya), namun semata-mata hanya untuk menyehatkan badan sebagaimana saran dari beberapa kalangan. Ada juga yang gemar sekali bersedekah, namun dengan tujuan untuk memperlancar rizki dan karir. Begitu pula ada yang rajin bangun di tengah malam untuk bertahajud, namun tujuannya hanyalah ingin menguatkan badan. Semua yang dilakukan memang suatu amalan yang baik. Tetapi niat di dalam hati senyatanya tidak ikhlash karena Allah, namun hanya ingin mendapatkan tujuan-tujuan duniawi semata. Kalau memang demikian, mereka bisa termasuk orang-orang yang tercela sebagaimana disebutkan dalam ayat berikut. Continue Reading Banyak Shalat, Puasa dan Sedekah Hanya Untuk Memperlacar Rizki…

Janganlah Katakan: “Seandainya Aku Lakukan Demikian dan Demikian, pasti …”

April 6, 2009 pukul 2:00 pm | Ditulis dalam Aqidah Muslim, Mutiara Hadits | 2 Komentar
Tag: ,

Seri terakhir dari dua tulisan

takdir-ilahi

Posting kali ini adalah lanjutan dari posting sebelumnya.
Semoga bermanfaat. Continue Reading Janganlah Katakan: “Seandainya Aku Lakukan Demikian dan Demikian, pasti …”…

Tetap Semangat dalam Hal yang Bermanfaat

April 6, 2009 pukul 6:00 am | Ditulis dalam Aqidah Muslim, Mutiara Hadits | 2 Komentar
Tag: , ,

Seri pertama dari dua tulisan

Alhamdulillah wa shalaatu wa salaamu ‘ala Rosulillah wa ‘ala alihi wa shohbihi wa sallam.
kuat

Dari Abu Hurairah, Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda,

الْمُؤْمِنُ الْقَوِىُّ خَيْرٌ وَأَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنَ الْمُؤْمِنِ الضَّعِيفِ وَفِى كُلٍّ خَيْرٌ احْرِصْ عَلَى مَا يَنْفَعُكَ وَاسْتَعِنْ بِاللَّهِ وَلاَ تَعْجِزْ وَإِنْ أَصَابَكَ شَىْءٌ فَلاَ تَقُلْ لَوْ أَنِّى فَعَلْتُ كَانَ كَذَا وَكَذَا. وَلَكِنْ قُلْ قَدَرُ اللَّهِ وَمَا شَاءَ فَعَلَ فَإِنَّ لَوْ تَفْتَحُ عَمَلَ الشَّيْطَانِ
“Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai oleh Allah daripada mukmin yang lemah. Namun, keduanya tetap memiliki kebaikan. Bersemangatlah atas hal-hal yang bermanfaat bagimu. Minta tolonglah pada Allah, jangan engkau lemah. Jika engkau tertimpa suatu musibah, maka janganlah engkau katakan: ‘Seandainya aku lakukan demikian dan demikian.’ Akan tetapi hendaklah kau katakan: ‘Ini sudah jadi takdir Allah. Setiap apa yang telah dia kehendaki pasti terjadi.’ Karena perkataan law (seandainya) dapat membuka pintu syaithon.” (HR. Muslim)

[Muslim: 47-Kitab Al Qodar, An Nawawi –rahimahullah- membawakan hadits ini dalam Bab “Iman dan Tunduk pada Takdir”]

Beberapa pelajaran berharga dapat kita petik dari hadits ini. Continue Reading Tetap Semangat dalam Hal yang Bermanfaat…

Tafsiran Kalimat ‘LAA ILAHA ILLALLAH’ menurut para ulama ahli tafsir

Februari 9, 2009 pukul 3:00 am | Ditulis dalam Tauhid | 3 Komentar
Tag: , , , ,

Seri terakhir dari tiga tulisan (Lanjutan: Hanya Allah yang Berhak Disembah)
Disusun oleh Muhammad Abduh Tuasikal

nabi-palsuUntuk mendukung pendapat kami pada posting sebelumnya mengenai tafsiran laa ilaha illallah, selanjutnya kami akan membawakan perkataan para pakar tafsir mengenai tafsiran ’laa ilaha illallah’ ini, agar kami tidak dianggap membuat-buat tafsiran tersebut. Semoga bermanfaat. Continue Reading Tafsiran Kalimat ‘LAA ILAHA ILLALLAH’ menurut para ulama ahli tafsir…

Hanya Allah yang Berhak Disembah

Februari 8, 2009 pukul 3:00 am | Ditulis dalam Tauhid | 2 Komentar
Tag: , , , ,

Seri dua dari tiga tulisan (Lanjutan: Salah Fatal dalam Menafsirkan Kalimat Syahadat)
Disusun oleh Muhammad Abduh Tuasikal, ST

mosque1Pembahasan kedua adalah bagaimana jika ‘laa ilaha illallah’ ditafsirkan dengan pengertian Tuhan yang kedua yaitu sesembahan, maka makna ‘laa ilaha illallah’ menjadi ‘tidak ada sesembahan selain Allah’.
Sebenarnya pengertian ilah pada tafsiran kedua sudah benar karena kata ‘ilah’ secara bahasa berarti sesembahan (ma’bud atau ma’luh). Dan para ulama juga menafsirkan kata ilah juga dengan sesembahan. Lihat sedikit penjelasan berikut ini. Continue Reading Hanya Allah yang Berhak Disembah…

Salah Fatal dalam Menafsirkan Kalimat Syahadat

Februari 7, 2009 pukul 3:00 am | Ditulis dalam Tauhid | 2 Komentar
Tag: , , , ,

Seri satu dari tiga tulisan
Disusun oleh Muhammad Abduh Tuasikal, ST

mengadiliMasih terngiang-ngiang di telinga kita apa yang dikatakan guru agama kita di bangku sekolah dasar ketika menerangkan mengenai makna kalimat tauhid ‘laa ilaha illallah’. Guru kita pasti mengajarkan bahwa kalimat ‘laa ilaha illallah’ itu bermakna ’Tiada Tuhan selain Allah’. Namun apakah tafsiran kalimat yang mulia ini sudah benar? Sudahkah penafsiran ini sesuai dengan yang diinginkan Al Qur’an dan Al Hadits? Pertanyaan seperti ini seharusnya kita ajukan agar kita memiliki aqidah yang benar yang selaras dengan Al Qur’an dan As Sunnah dengan pemahaman generasi terbaik umat ini (baca : salafush sholih). Continue Reading Salah Fatal dalam Menafsirkan Kalimat Syahadat…

Kalimat Syahadat Bukan Hanya Di Lisan, Ada Syarat-Syaratnya

Februari 6, 2009 pukul 3:00 am | Ditulis dalam Tauhid | 2 Komentar
Tag: , ,

Disusun oleh Muhammad Abduh Tuasikal

Alhamdulillah wash sholaatu was salaamu ‘ala Rosulillah wa ‘ala alihi wa shohbihi wa sallam.
kunci2Setelah kita mengetahui keistimewaan kalimat laa ilaha illallah pada posting sebelumnya, maka perlu diketahui bahwasanya kalimat laa ilaha illallah tidaklah diterima dengan hanya diucapkan semata. Banyak orang yang salah dan keliru dalam memahami hadits-hadits tentang keutamaan laa ilaha illallah. Mereka menganggap bahwa cukup mengucapkannya di akhir kehidupan –misalnya-, maka seseorang akan masuk surga dan terbebas dari siksa neraka. Hal ini tidaklah demikian.
Semua muslim pasti telah memahami bahwa segala macam bentuk ibadah tidaklah diterima begitu saja kecuali dengan terpenuhi syarat-syaratnya. Misalnya saja shalat. Ibadah ini tidak akan diterima kecuali jika terpenuhi syaratnya seperti wudhu. Begitu juga dengan puasa, haji dan ibadah lainnya, semua ibadah tersebut tidak akan diterima kecuali dengan memenuhi syarat-syaratnya. Maka begitu juga dengan kalimat yang mulia ini. Kalimat laa ilaha illallah tidak akan diterima kecuali dengan terpenuhi syarat-syaratnya. Itulah yang harus kita ketahui. Continue Reading Kalimat Syahadat Bukan Hanya Di Lisan, Ada Syarat-Syaratnya…

5 Keutamaan Kalimat Syahadat (Laa Ilaha Illallah)

Februari 5, 2009 pukul 1:00 pm | Ditulis dalam Tauhid | 3 Komentar
Tag: , , , ,

Disusun oleh Muhammad Abduh Tuasikal, ST

Alhamdulillahi robbil ‘alamin. Allahumma sholli ‘ala nabiyyina Muhammad, wa ‘ala alihi wa shohbihi wa sallam.
typing2Kalimat syahadat yaitu (laa ilaha illallah) sudah kita ketahui bersama. Namun, kebanyakan kita belum mengetahui bahwa kalimat yang satu ini memiliki keistimewaan yang luar biasa. Itulah yang patut kita ketahui saat ini. Ingatlah bahwa kalimat ini bukanlah kalimat biasa-biasa saja. Marilah kita simak pembahasan berikut, semoga bermanfaat. Continue Reading 5 Keutamaan Kalimat Syahadat (Laa Ilaha Illallah)…

Bolehkah Minta Dido’akan Orang Lain?

Februari 2, 2009 pukul 5:00 am | Ditulis dalam Adab Berdo'a, Aqidah Muslim, Hukum Islam | 3 Komentar
Tag: , , , ,

Diterjemahkan secara bebas dari Fatwa Liqho’at Al Bab Al Maftuh, 46/10 (Asy Syamilah) oleh Muhammad Abduh Tuasikal

Syaikh Muhammad bin Sholeh Al Utsaimin -rahimahullah- pernah ditanya :
bunga3

Wahai Syaikh, apakah permintaan seseorang pada saudaranya yang dinilai sholeh untuk mendoakan dirinya dan saudaranya ini mendoakan dirinya dalam keadaan dia (yang meminta) tidak mengetahuinya, apakah ini termasuk mengurangi tawakkal orang yang meminta didoakan?

Jika memang demikian, bagaimana penilaian engkau terhadap kisah Umar bin Al Khathab yang meminta pada Uwais Al Qorni agar mendoakan dirinya, padahal Umar lebih utama dari Uwais? Continue Reading Bolehkah Minta Dido’akan Orang Lain?…

Kebo Kyai Slamet, Dicari Berkahnya di Bulan Suro

Januari 10, 2009 pukul 5:00 pm | Ditulis dalam Syirik | Tinggalkan komentar
Tag: , , , , ,

Disusun oleh Muhammad Abduh Tuasikal, ST (Artikel Buletin At Tauhid)
Kritikan terhadap tradisi satu suro

berkahKaum muslimin yang semoga selalu mendapat taufik Allah Ta’ala. Pada hari yang dikatakan sakral oleh sebagian kaum muslimin, terdapat suatu kenyataan yang sangat memilukan yang menunjukkan kekurangan akal. Hari tersebut adalah tanggal siji suro (1 Muharram). Sebagian kaum muslimin yang selalu menginginkan kemudahan dalam hidupnya dan ingin mencari kebaikan malah mencarinya dengan cara yang tidak masuk akal. Mereka mencari berkah dari seekor kerbau (kebo bule) yang disebut dengan ‘Kyai Slamet’, yakni mereka saling berebut untuk mendapatkan kotoran kerbau tersebut, lalu menyimpannya, seraya berkeyakinan rizki akan lancar dan usaha akan berhasil dengan sebab kotoran tersebut. Seorang yang punya akal sehat tentu tidak mungkin melakukan hal yang demikian. Tetapi kok mereka bisa melakukan hal yang demikian?! Ke mana akal sehat mereka?!! Continue Reading Kebo Kyai Slamet, Dicari Berkahnya di Bulan Suro…

Aku Ingin Meraih Syafa’at di Hari Akhir Nanti

Januari 8, 2009 pukul 9:00 am | Ditulis dalam Hari Akhir | 2 Komentar
Tag: , ,

Disusun oleh Muhammad Abduh Tuasikal, ST (Artikel Buletin At Tauhid)

meraihHari kiamat adalah kehidupan di akhirat yang satu harinya sama dengan 50.000 tahun lamanya. Di sana tidak terdapat bangunan, pohon untuk berlindung, dan tidak ada pula pakaian yang menutupi badan. Keadaan pada saat itu saling berdesakan. Allah Ta’ala mengisahkan kejadian pada saat itu (yang artinya), “Pada hari itu manusia mengikuti (menuju kepada suara) penyeru dengan tidak berbelok-belok; dan merendahlah semua suara kepada Rabb Yang Maha Pemurah, maka kamu tidak mendengar kecuali bisikan saja.” (QS. Thaahaa [20] : 108) Continue Reading Aku Ingin Meraih Syafa’at di Hari Akhir Nanti…

Dzikir dan Syukur yang Sebenarnya

Desember 27, 2008 pukul 6:00 pm | Ditulis dalam Qolbu | Tinggalkan komentar
Tag: , , , , ,

Suatu faedah yang sangat menarik sekali yang kami peroleh setelah mempelajari kitab Al Fawa’id karya Ibnu Qoyyim Al Jauziyah. Faedah ini adalah mengenai dzikir dan syukur. Continue Reading Dzikir dan Syukur yang Sebenarnya…

Dosa Mengerikan yang Dibuat oleh Lisan

Desember 26, 2008 pukul 11:00 am | Ditulis dalam Syirik | 4 Komentar
Tag: , , ,

Disusun oleh Muhammad Abduh Tuasikal, ST (Artikel Buletin At Tauhid)

menyesalKaum muslimin yang semoga selalu mendapatkan taufiq Allah Ta’ala. Kita semua telah mengetahui bahwa Allah adalah satu-satunya Rabb (Tuhan) alam semesta, Yang menciptakan kita dan orang-orang sebelum kita, Yang menjadikan bumi sebagai hamparan untuk kita mencari nafkah, dan Yang menurunkan hujan untuk menyuburkan tanaman sebagai rizki bagi kita. Setelah kita mengetahui demikian, hendaklah kita hanya beribadah kepada Allah semata dan tidak menjadikan bagi-Nya tandingan/sekutu dalam beribadah. Allah Ta’ala berfirman yang artinya, “Dialah yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rezki untukmu; karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah, padahal kamu mengetahui.” (Al Baqarah [2]: 22) Continue Reading Dosa Mengerikan yang Dibuat oleh Lisan…

Tawakkal yang Sebenarnya

Desember 15, 2008 pukul 4:00 pm | Ditulis dalam Aqidah Muslim | 1 Komentar
Tag: , ,

tawakkalDisusun oleh Muhammad Abduh Tuasikal

Sebagian orang menganggap bahwa tawakkal adalah sikap pasrah tanpa melakukan usaha sama sekali. Contohnya dapat kita lihat pada sebagian pelajar yang keesokan harinya akan melaksanakan ujian. Pada malam harinya, sebagian dari mereka tidak sibuk untuk menyiapkan diri untuk menghadapi ujian besok namun malah sibuk dengan main game atau hal yang tidak bermanfaat lainnya. Lalu mereka mengatakan,”Saya pasrah saja, paling besok ada keajaiban.”
Apakah semacam ini benar-benar disebut tawakkal?! Semoga pembahasan kali ini dapat menjelaskan pada pembaca sekalian mengenai tawakkal yang sebenarnya dan apa saja faedah dari tawakkal tersebut. Continue Reading Tawakkal yang Sebenarnya…

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.