Bolehkah Minta Dido’akan Orang Lain?

Februari 2, 2009 pukul 5:00 am | Ditulis dalam Adab Berdo'a, Aqidah Muslim, Hukum Islam | 3 Komentar
Tag: , , , ,

Diterjemahkan secara bebas dari Fatwa Liqho’at Al Bab Al Maftuh, 46/10 (Asy Syamilah) oleh Muhammad Abduh Tuasikal

Syaikh Muhammad bin Sholeh Al Utsaimin -rahimahullah- pernah ditanya :
bunga3

Wahai Syaikh, apakah permintaan seseorang pada saudaranya yang dinilai sholeh untuk mendoakan dirinya dan saudaranya ini mendoakan dirinya dalam keadaan dia (yang meminta) tidak mengetahuinya, apakah ini termasuk mengurangi tawakkal orang yang meminta didoakan?

Jika memang demikian, bagaimana penilaian engkau terhadap kisah Umar bin Al Khathab yang meminta pada Uwais Al Qorni agar mendoakan dirinya, padahal Umar lebih utama dari Uwais? Continue Reading Bolehkah Minta Dido’akan Orang Lain?…

Iklan

Apakah Setiap Berdo’a Harus Mengangkat Tangan?

Desember 26, 2008 pukul 3:00 pm | Ditulis dalam Adab Berdo'a, Hukum Islam | 3 Komentar
Tag: , , , ,

Disusun oleh Muhammad Abduh Tuasikal, ST
Sumber: Berbagai Fatwa Ulama Besar Saudi Arabia

rumah-allahInilah yang masih belum dipahami sebagian orang. Mereka menganggap bahwa setiap berdo’a harus mengangkat tangan, semacam ketika berdoa sesudah shalat. Untuk lebih jelas marilah kita melihat beberapa penjelasan berikut.

Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin –rahimahullah- pernah ditanyakan, “Bagaimanakah kaedah (dhobith) mengangkat tangan ketika berdo’a?” (Liqo’at Al Bab Al Maftuh, 51/13, Asy Syabkah Al Islamiyah) Continue Reading Apakah Setiap Berdo’a Harus Mengangkat Tangan?…

Apakah Setiap Selesai Shalat Harus Berdo’a?

Desember 26, 2008 pukul 12:00 pm | Ditulis dalam Adab Berdo'a, Hukum Islam | 6 Komentar
Tag: , , , , , ,

Disusun oleh Muhammad Abduh Tuasikal, ST
Sumber: berbagai fatwa ulama besar Saudi Arabia

berdoaMungkin sebagian saudara kami masih rancu mengenai perkara do’a. Apakah memang setiap selesai shalat harus berdo’a? Inilah yang akan kami jelaskan pada posting kali ini.
Memang ada hadits yang menjelaskan dianjurkannya beberapa do’a pada dubur shalat (akhir shalat) sebagaimana yang disebutkan dalam hadits semacam ini :

أُوصِيكَ يَا مُعَاذُ لاَ تَدَعَنَّ فِى دُبُرِ كُلِّ صَلاَةٍ تَقُولُ اللَّهُمَّ أَعِنِّى عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ
“Aku wasiatkan padamu wahai Mu’adz. Janganlah engkau tinggalkan untuk berdo’a setiap dubur shalat (akhir shalat) : Allahumma a’inni ‘ala dzikrika wa syukrika wa husni ‘ibadatik. [Ya Allah, tolonglah aku untuk berdzikir pada-Mu, bersyukur pada-Mu, dan memperbagus ibadah pada-Mu].” (HR. Abu Daud no. 1522. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shohih)

Namun apakah yang dimaksud dengan dubur shalat (akhir shalat)? Apakah sebelum salam atau sesudah salam? Continue Reading Apakah Setiap Selesai Shalat Harus Berdo’a?…

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.