10 Hal yang Mendatangkan Cinta Allah

Mei 31, 2009 pukul 9:16 am | Ditulis dalam Qolbu | 7 Komentar
Tag:

love 4
Alhamdulillah wa shalaatu wa salaamu ‘ala Rosulillah wa ‘ala alihi wa shohbihi wa man tabi’ahum bi ihsaanin ilaa yaumid diin.

Saudaraku, sungguh setiap orang pasti ingin mendapatkan kecintaan Allah. Lalu bagaimanakah cara cara untuk mendapatkan kecintaan tersebut. Ibnul Qayyim rahimahullah menyebutkan beberapa hal untuk mendapatkan maksud tadi dalam kitab beliau Madarijus Salikin. Continue Reading 10 Hal yang Mendatangkan Cinta Allah…

Iklan

Download e-book: Ibu, Ayah … Aku Ingin Meraih Surga

Mei 29, 2009 pukul 3:00 am | Ditulis dalam Tentang Blog | 1 Komentar
Tag:

images

Kepada para pengunjung sekalian, kami menyediakan e-book baru dengan judul:

Ibu, Ayah … Aku Ingin Meraih Surga

Silakan di download di sini: Continue Reading Download e-book: Ibu, Ayah … Aku Ingin Meraih Surga…

Akibat Durhaka Pada Orang Tua (2)

Mei 28, 2009 pukul 3:00 am | Ditulis dalam Akhlaq | 1 Komentar
Tag: , ,

Seri terakhir dari dua tulisan

Alhamdulillah wa shalaatu wa salaamu ‘ala Rosulillah wa ‘ala alihi wa shohbihi ajma’in.

petir 2
Tulisan kali ini adalah lanjutan dari posting sebelumnya. Continue Reading Akibat Durhaka Pada Orang Tua (2)…

Situs Baru: Tegar Di Atas Sunnah (ustadzaris.com)

Mei 27, 2009 pukul 10:36 pm | Ditulis dalam Tentang Blog | 3 Komentar
Tag:

writing1

Kami informasikan bahwa ada blog terbaru berisi kumpulan artikel guru kami Ustadz Aris Munandar, SS -hafizhohullah Ta’ala-.

Silakan klik di sini: Tegar di Atas Sunnah (http://ustadzaris.com)

Silakan diinformasikan ke saudara muslim lainnya. Semoga bermanfaat.
Barakallahu fiikum.

Ibu, Ayah … Aku Ingin Meraih Surga (1)

Mei 27, 2009 pukul 3:00 am | Ditulis dalam Akhlaq | 5 Komentar
Tag: , ,

Seri pertama dari dua tulisan

bunga3Alhamdulilllah wa shalaatu wa salaamu ‘ala Rosulillah wa ‘ala alihi wa shohbihi ajma’in.

Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

« رَغِمَ أَنْفُهُ ثُمَّ رَغِمَ أَنْفُهُ ثُمَّ رَغِمَ أَنْفُهُ ». قِيلَ مَنْ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ « مَنْ أَدْرَكَ وَالِدَيْهِ عِنْدَ الْكِبَرِ أَحَدَهُمَا أَوْ كِلَيْهِمَا ثُمَّ لَمْ يَدْخُلِ الْجَنَّةَ »

“Sungguh terhina, sungguh terhina, sungguh terhina.” Ada yang bertanya, “Siapa, wahai Rasulullah?” Beliau bersabda, ”(Sungguh hina) seorang yang mendapati kedua orang tuanya yang masih hidup atau salah satu dari keduanya ketika mereka telah tua, namun justru ia tidak masuk surga.”(HR. Muslim)

Dari Abdullah bin ’Umar, ia berkata,

رِضَا الرَّبِّ فِي رِضَا الْوَالِدِ وَ سَخَطُ الرَّبِّ فِي سَخَطِ الْوَالِدِ

“Ridha Allah tergantung pada ridha orang tua dan murka Allah tergantung pada
murka orang tua.” (Adabul Mufrod no. 2. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan jika sampai pada sahabat, namun shahih jika sampai pada Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam) Continue Reading Ibu, Ayah … Aku Ingin Meraih Surga (1)…

Permisalan Ilmu dengan Hujan (Ghoits)

Mei 23, 2009 pukul 3:00 am | Ditulis dalam Qolbu | 1 Komentar
Tag: ,

Alhamdulillah wa shalaatu wa salaamu ‘ala Rosulillah wa ‘ala alihi wa shohbihi ajma’in.

hujanDari Abu Musa, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَثَلُ مَا بَعَثَنِى اللَّهُ بِهِ مِنَ الْهُدَى وَالْعِلْمِ كَمَثَلِ الْغَيْثِ الْكَثِيرِ أَصَابَ أَرْضًا ، فَكَانَ مِنْهَا نَقِيَّةٌ قَبِلَتِ الْمَاءَ ، فَأَنْبَتَتِ الْكَلأَ وَالْعُشْبَ الْكَثِيرَ ، وَكَانَتْ مِنْهَا أَجَادِبُ أَمْسَكَتِ الْمَاءَ ، فَنَفَعَ اللَّهُ بِهَا النَّاسَ ، فَشَرِبُوا وَسَقَوْا وَزَرَعُوا ، وَأَصَابَتْ مِنْهَا طَائِفَةً أُخْرَى ، إِنَّمَا هِىَ قِيعَانٌ لاَ تُمْسِكُ مَاءً ، وَلاَ تُنْبِتُ كَلأً ، فَذَلِكَ مَثَلُ مَنْ فَقِهَ فِى دِينِ اللَّهِ وَنَفَعَهُ مَا بَعَثَنِى اللَّهُ بِهِ ، فَعَلِمَ وَعَلَّمَ ، وَمَثَلُ مَنْ لَمْ يَرْفَعْ بِذَلِكَ رَأْسًا ، وَلَمْ يَقْبَلْ هُدَى اللَّهِ الَّذِى أُرْسِلْتُ بِهِ

Permisalan petunjuk dan ilmu yang Allah mengutusku dengannya adalah bagai ghaits (hujan yang bermanfaat) yang mengenai tanah. Maka ada tanah yang baik, yang bisa menyerap air sehingga menumbuhkan tumbuh-tumbuhan dan rerumputan yang banyak. Di antaranya juga ada tanah yang ajadib (tanah yang bisa menampung air, namun tidak bisa menyerap ke dalamnya), maka dengan genangan air tersebut Allah memberi manfaat untuk banyak orang, sehingga manusia dapat mengambil air minum dari tanah ini. Lalu manusia dapat memberi minum untuk hewan ternaknya, dan manusia dapat mengairi tanah pertaniannya. Jenis tanah ketiga adalah tanah qi’an (tanah yang tidak bisa menampung dan menyerap air). Inilah permisalan orang yang memahami agama Allah, bermanfaat baginya ajaran yang Allah mengutusku untuk membawanya. Dia mengetahui ajaran Allah dan dia mengajarkan kepada orang lain. Dan demikianlah orang yang tidak mengangkat kepalanya terhadap wahyu, dia tidak mau menerima petunjuk yang Allah mengutusku untuk membawanya.(HR. Bukhari dan Muslim)

Bukhari membawakan hadits ini dalam kitab shahihnya pada Bab “Orang yang berilmu dan mengajarkan ilmu”. An Nawawi membawakan hadits ini dalam Shahih Muslim pada Bab “Permisalan petunjuk dan ilmu yang Allah mengutus Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dengannya”. Continue Reading Permisalan Ilmu dengan Hujan (Ghoits)…

Aqidah Pengikut Fir’aun dan Pengikut Musa & Muhammmad: Di Manakah Allah?

Mei 22, 2009 pukul 10:00 am | Ditulis dalam Aqidah Muslim | 2 Komentar
Tag:

Alhamdulillah wa shalaatu wa salaamu ‘ala Rosulillah wa ‘ala alihi wa shohbihi ajma’in.

mahsyar3Jika kita menanyakan kepada sebagian saudara kita mengenai di manakah Allah, maka muncul berbagai versi jawaban mengenai hal ini. Ada yang mengatakan bahwa Allah bersemayam di atas ‘Arsy. Ada puka yang mengatakan bahwa Allah ada di mana-mana. Ada pula yang mengatakan bahwa Allah ada di hati setiap insan. Continue Reading Aqidah Pengikut Fir’aun dan Pengikut Musa & Muhammmad: Di Manakah Allah?…

Sami’na Wa Atho’na: Kami Manut Aja Sama Pak Kyai[?]

Mei 22, 2009 pukul 9:00 am | Ditulis dalam Meluruskan | 1 Komentar
Tag:

api2Fanatik terhadap kyai, ulama, atau ustadz memang telah mendarah daging dalam tubuh umat ini. Yang jadi masalah bukanlah sekedar mengikuti pendapat orang yang berilmu. Namun yang menjadi masalah adalah ketika pendapat para ulama tersebut jelas-jelas menyelisihi Al Qur’an dan As Sunnah tetapi dibela mati-matian. Yang penting kata mereka ‘ sami’na wa atho’na’ (apa yang dikatakan oleh kyai kami, tetap kami dengar dan kami taat). Entah pendapat kyai tersebut merupakan perbuatan syirik atau bid’ah, yang penting kami tetap patuh kepada guru-guru kami. Continue Reading Sami’na Wa Atho’na: Kami Manut Aja Sama Pak Kyai[?]…

Download Artikel Buletin At Tauhid: Dosa Meninggalkan Shalat Lima Waktu Lebih Besar Dari Dosa Berzina

Mei 15, 2009 pukul 3:00 am | Ditulis dalam Tentang Blog | 2 Komentar
Tag: , ,

typing4

Berikut adalah artikel kami di buletin At Tauhid yang akan terbit Jum’at, 22 Mei 2009. Silakan didownload di sini: Continue Reading Download Artikel Buletin At Tauhid: Dosa Meninggalkan Shalat Lima Waktu Lebih Besar Dari Dosa Berzina…

Kunjungi Blog: Agama adalah Nasehat

Mei 14, 2009 pukul 4:00 pm | Ditulis dalam Tentang Blog | 10 Komentar
Tag: , ,

hati

Nasehat Penyejuk Hati: Agama adalah Nasehat.

Kisah: Fitroh Manusia Tidak Mungkin Mengingkari bahwa Allah Berada Di Atas Langit

Mei 14, 2009 pukul 3:00 am | Ditulis dalam Aqidah Muslim | 1 Komentar
Tag:

Alhamdulillah wa shalaatu wa salaamu ‘ala Rosulillah wa ‘ala alihi wa shohbihi wa man tabi’ahum bi ihsanin ilaa yaumid diin.

masjid12

Seluruh makhluk setiap kali berdo’a secara tabi’at dan jika hatinya adalah hati yang jernih (selamat) pasti akan mengangkat tangan ketika berdo’a lalu telapak tangannya diarahkan ke arah atas. Hal ini dilakukan dalam rangka merendahkan dirinya pada Allah. Inilah fitroh manusia, selalu menengadahkan tangannya ke arah atas ketika berdo’a. Lihatlah kisah berikut yang menceritakan bahwa fitroh manusia tidaklah mungkin mengingkari Allah berada di atas. Continue Reading Kisah: Fitroh Manusia Tidak Mungkin Mengingkari bahwa Allah Berada Di Atas Langit…

Kisah Para Nabi dan Syafa’atul Uzhma di Padang Mahsyar (2)

Mei 13, 2009 pukul 3:00 am | Ditulis dalam Hari Akhir | 1 Komentar
Tag: ,

Lanjutan dari: Mengenal Syafa’at Nabi (1)

Alhamdulillah wa shalaatu wa salaamu ‘ala Rosulillah wa ‘ala alihi wa shohbihi wa man tabi’ahum bi ihsanin ilaa yaumiddin.

mahsyarSyafa’at ini adalah do’a yang beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam simpan untuk umatnya di hari kiamat nanti.
Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لِكُلِّ نَبِىٍّ دَعْوَةٌ يَدْعُو بِهَا ، وَأُرِيدُ أَنْ أَخْتَبِئَ دَعْوَتِى شَفَاعَةً لأُمَّتِى فِى الآخِرَةِ

“Setiap Nabi memiliki do’a (mustajab) yang digunakan untuk berdo’a dengannya. Aku ingin menyimpan do’aku tersebut sebagai syafa’at bagi umatku di akhirat nanti.” (HR. Bukhari no. 6304)

Selanjutnya kita akan melihat kisah syafa’at Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam –yang dikenal dengan syafa’at al-‘uzhma- dalam hadits yang cukup panjang. Kisah ini terjadi ketika berkumpulnya manusia di padang masyhar. Continue Reading Kisah Para Nabi dan Syafa’atul Uzhma di Padang Mahsyar (2)…

Ilmu adalah Pemimpin ‘Amal

Mei 12, 2009 pukul 3:00 am | Ditulis dalam Qolbu | Tinggalkan komentar
Tag: ,

Alhamdulillah wa shalaatu wa salaamu ‘ala Rosulillah wa ‘ala alihi wa shohbihi wa man tabi’ahum bi ihsaanin ilaa yaumid diin.

cahaya
Mu’adz bin Jabal –radhiyallahu ‘anhu- mengatakan,

العِلْمُ إِمَامُ العَمَلِ وَالعَمَلُ تَابِعُهُ

Ilmu adalah pemimpin amal dan amalan itu berada di belakang setelah adanya ilmu.” (Al Amru bil Ma’ruf wan Nahyu ‘anil Mungkar, hal. 15) Continue Reading Ilmu adalah Pemimpin ‘Amal…

Keutamaan Luar Biasa Shohibul Qur’an

Mei 11, 2009 pukul 3:00 am | Ditulis dalam Amalan - Do'a | 5 Komentar
Tag:

Alhamdulillah wa shalaatu wa salaamu ‘ala Rosulillah wa ‘ala alihi wa shohbihi ajma’in.
al qur'an

Berikut adalah beberapa keutamaan bagi orang yang mengkaji, memahami, merenungkan dan menghafalkan Al Qur’an. Continue Reading Keutamaan Luar Biasa Shohibul Qur’an…

Mengenal Syafa’at Nabi (1)

Mei 9, 2009 pukul 3:38 pm | Ditulis dalam Hari Akhir | 1 Komentar
Tag: ,

Alhamdulillah wa shalaatu wa salaamu ‘ala Rosulillah wa ‘ala alihi wa shohbihi ajma’in.
writing19Hari kiamat adalah kehidupan di akhirat yang satu harinya sama dengan 50.000 tahun lamanya. Di sana tidak terdapat bangunan, pohon untuk berlindung, dan tidak ada pula pakaian yang menutupi badan. Keadaan pada saat itu saling berdesakan. Allah Ta’ala mengisahkan kejadian pada saat itu, Continue Reading Mengenal Syafa’at Nabi (1)…

Laman Berikutnya »

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.