Shalat Tahiyyatul Masjid Di Waktu Terlarang Untuk Shalat

Januari 30, 2009 pukul 8:15 am | Ditulis dalam Shalat | 6 Komentar
Tag: , ,

Oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah
Diterjemahkan oleh Muhammad Abduh Tuasikal, ST
Sumber
: Majmu’ Fatawa, 5/311, Asy Syamilah

masjid2Seperti kita ketahui bersama bahwa ada waktu-waktu terlarang untuk shalat. Ada 5 waktu yang dimaksudkan yaitu [1] sesudah shalat shubuh sampai matahari terbit, [2] ketika metahari terbit hingga setinggi tombak, [3] ketika matahari berada di atas kepala hingga tergelincir ke barat, [4] sesudah shalat Ashar sampai matahari menguning, dan [5] ketika matahari menguning sampai matahari tenggelam sempurna. Inilah waktu-waktu terlarang untuk shalat sebagaimana dijelaskan para ulama berlandaskan pada hadits-hadits yang shohih. Namun yang jadi pertanyaan adalah bagaimana jika kita masuk masjid pada waktu terlarang tadi, apakah kita boleh mengerjakan shalat sunnah tahiyatul masjid? Berikut penjelasan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dalam Majmu’ Fatawanya.

Pertanyaan: Jika seseorang masuk masjid pada waktu terlarang untuk shalat, bolehkan dia mengerajakan shalat sunnah tahiyatul masjid?

Jawaban:
Alhamdulillah. Mengenai permasalahan ini ada dua pendapat di antara para ulama. Pendapat pertama adalah salah satu pendapat dari Imam Ahmad, juga pendapat Imam Abu Hanifah dan Imam Malik. Menurut mereka tidak boleh shalat sunnah tahiyatul masjid ketika itu.
Sedangkan pendapat kedua adalah pendapat Imam Asy Syafi’i. Menurut beliau rahimahullah boleh shalat sunnah tahiyatul masjid ketika waktu terlarang tersebut. Inilah pendapat yang lebih tepat. Landasannya adalah sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

إذَا دَخَلَ أَحَدُكُمْ الْمَسْجِدَ فَلَا يَجْلِسْ حَتَّى يُصَلِّيَ رَكْعَتَيْنِ
“Jika salah seorang dari kalian memasuki masjid, maka janganlah dia duduk sampai dia mengerjakan shalat sunnah dua raka’at (shalat sunnah tahiyatul masjid).” (HR. Bukhari no. 1163 dan Muslim no. 1687)

Perintah dalam hadits ini adalah umum untuk semua waktu dan tidak diketahui adanya pengkhususan larangan dalam hadits ini. Adapun yang dimaksud dengan larangan shalat setelah terbit fajar, ketika tenggelamnya matahari, maka hadits larangan tersebut dikecualikan untuk beberapa keadaan. Di antaranya adalah ketika ingin mengqodho shalat yang terluput, atau ingin menunaikan shalat dua raka’at thawaf, …. Perlu diketahui bahwa dalil umum yang tidak ada pengkhususan (‘aam mahfuzh) lebih kita dahulukan daripada dalil umum yang ada pengkhususan (‘aam makhsush).
Begitu pula shalat sunnah tahiyatul masjid ketika khutbah Jum’at adalah terlarang sebagaimana larangan shalat dalam dua waktu terlarang tadi atau larangannya lebih ditekankan lagi. Namun telah terdapat hadits shohih di mana Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إذَا دَخَلَ أَحَدُكُمْ الْمَسْجِدَ وَالْخَطِيبُ عَلَى الْمِنْبَرِ فَلَا يَجْلِسْ حَتَّى يُصَلِّيَ رَكْعَتَيْنِ
“Jika salah seorang di antara kalian masuk masjid dan khotib sedang berkhutbah di mimbar, maka janganlah kalian duduk sampai kalian menunaikan shalat sunnah dua raka’at.”

Apabila dalam waktu khutbah semacam ini diperintahkan untuk melaksanakan shalat sunnah tahiyatul masjid dan ketika itu adalah waktu terlarang untuk shalat, maka untuk waktu lainnya (yaitu termasuk waktu terlarang) lebih-lebih diperbolehkan untuk mengerjakan shalat sunnah ini.
Pendapat Imam Ahmad dalam masalah ini tidaklah menyelisihi karena terdapat hadits yang shohih mengenai masalah ini. Berbeda dengan Imam Abu Hanifah dan Imam Malik dalam permasalahan ini, mereka melarang shalat tahiyatul ketika waktu terlarang tersebut. Ini terjadi mungkin karena belum mendapatkan hadits shohih di atas. Wallahu a’lam.

Kesimpulannya adalah boleh kita mengerjakan shalat sunnah tahiyatul masjid pada waktu terlarang untuk shalat seperti sesudah shalat Ashar atau sesudah shalat shubuh.

Semoga kita selalu mendapatkan ilmu yang bermanfaat.

Pangukan, Sleman, 13 Muharram 1430 H
Yang selalu mengharapkan ampunan dan rahmat Rabbnya
Muhammad Abduh Tuasikal, ST

6 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. jazakumulloh katsiron

  2. Assalaualaikum warohmatullahi wabarokatuh,
    Membaca kesimpulan diatas bagi saya blm nyambung, waktu sekolah dulu, yang tidak dibenarkan sholat sunnah pada waktu terlarang itu adalah sunnah ba’diyah (ba’da subuh dan ba’da ashar), sedangkan di kesimpulan diatas adalah sunnah tahyatul masjid ( pengertian saya tahyatul masjid adalah penghormatan artinya pertama kali masuk kedalam masjid bukan setelah selesai ibadah. Nah kalau pernyataan diatas benar berarti saya dapat dapat pengetahuan baru lagi yang insya Allah lebih menambah keimanan saya amien

  3. Insya Allah pendapat di atas lbh tepat. Jadi setiap shalat sunnah yg memiliki sebab boleh dikerjakan di wktu trlarang semacm shalat sunnah tahiyatul masjid dan shalat sunnah wudhu. Dua shalat sunnah ini adalah shalat yg memiliki sebab yaitu krn masuk masjid&brwudhu. Wal’ilmu ‘indallah. Wallahul muwaffiq.

  4. […] Shalat Tahiyyatul Masjid Di Waktu Terlarang Untuk Shalat […]

  5. jazakumulloh katsiron

  6. Dengan adanya informasi dari antum semoga bisa bermanfaat kepada diri pribadi dan juga orang lain,kita berdoa kepada Alloh agar di kuatkan dalam menjalankan sunah Rosululloh Sholollohi Alaihi Wassalam.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: