Contoh Kasus: Akal Dianggap Bertentangan dengan Dalil Syar’i

Juni 30, 2009 pukul 1:00 pm | Ditulis dalam Ahlus Sunnah, Aqidah Muslim | 1 Komentar
Tag: , , ,

tanganDi antara penggunaan akal yang keliru adalah penggunaannya dalam memikirkan perkara-perkara ghaib seperti memikirkan sifat-sifat Allah dan keadaan hari kiamat.
Continue Reading Contoh Kasus: Akal Dianggap Bertentangan dengan Dalil Syar’i…

Iklan

Mendudukkan Akal pada Tempatnya (2)

Juni 30, 2009 pukul 12:30 am | Ditulis dalam Ahlus Sunnah, Aqidah Muslim | 2 Komentar
Tag: , , ,

apiAkal Tidak Bisa Berdiri Sendiri

Walaupun akal bisa digunakan untuk merenungi dan memahami Al Qur’an, akal tidaklah bisa berdiri sendiri. Bahkan akal sangat membutuhkan dalil syar’i (Al Qur’an dan Hadits) sebagai penerang jalan. Akal itu ibarat mata. Mata memang memiliki potensi untuk melihat suatu benda. Namun tanpa adanya cahaya, mata tidak dapat melihat apa-apa. Apabila ada cahaya, barulah mata bisa melihat benda dengan jelas. Continue Reading Mendudukkan Akal pada Tempatnya (2)…

Mendudukkan Akal pada Tempatnya (1)

Juni 29, 2009 pukul 3:00 am | Ditulis dalam Ahlus Sunnah, Aqidah Muslim | 1 Komentar
Tag: , , ,

koranSegala puji bagi Allah Rabb semesta alam. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga, para sahabat dan orang-orang yang mengikuti beliau hingga akhir zaman.

Betapa banyak orang yang mendewakan akal. Setiap perkara selalu dia timbang-timbang dengan akal atau logikanya terlebih dahulu. Walaupun sudah ada nash Al Qur’an atau Hadits, namun jika bertentangan dengan logikanya, maka logika lebih dia dahulukan daripada dalil syar’i. Inilah yang biasa terjadi pada ahli kalam. Lalu bagaimanakah mendudukkan akal yang sebenarnya? Apakah kita menolak dalil akal begitu saja? Ataukah kita mesti mendudukkannya pada tempatnya? Continue Reading Mendudukkan Akal pada Tempatnya (1)…

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.