Bagaimana Jika TV Masih Ada Di Rumah?

Juni 9, 2009 pukul 2:00 pm | Ditulis dalam Keluarga | 4 Komentar
Tag: ,

TV

Pertanyaan:

Sebagian orang sudah mengetahui bahwa hukum memiliki televisi adalah terlarang (haram), namun TV tersebut masih ada di rumahnya. Orang tersebut mengatakan, “Saya tidak bisa mengeluarkan TV tersebut dari rumah. Jika dikeluarkan, anak dan anggota keluarga lainnya malah pergi ke tetangga atau karib mereka. Akhirnya, mereka pun menyaksikan tayangan yang mengerikan dibandingkan jika TV itu ada di rumah.”

Jawaban:

Jawabanku mengenai hal ini, kami katakan: jika kepala rumah tangga mampu menahan anggota keluarga dan anaknya untuk keluar rumah, maka hendaklah dia melarang mereka. Atau jika memungkinkan, dia dapat menggantikannya dengan tayangan video dan video termasuk sesuatu yang mubah. Oleh karena itu, dia tidak boleh memiliki TV menurut pendapatnya yaitu TV itu haram.

Adapun jika tidak memungkinkan yang itu ataupun yang ini, -maka tidak diragukan lagi- jika kita mengambil bahaya yang lebih ringan di antara dua bahaya untuk menghindarkan bahaya yang lebih besar, maka dengan hikmah, TV tersebut tetap berada di rumah. Namun tetap harus ada pengawasan terhadap TV tersebut tatkala dinyalakan, jangan sampai anak dan anggota keluarga melihat tayangan yang terlarang. Kita memohon kepada Allah Ta’ala agar terlindung dari keburukan ini. Dan semoga hal ini tidak mengapa, insya Allah.

Kaset Pertama
Liqo’ Al Bab Al Maftuh, Syaikh Muhammad bin Sholeh Al Utsaimin rahimahullah

***
Al Faqir Ilallah: Muhammad Abduh Tuasikal
Pogung Kidul, 16 Jumadits Tsani 1430 H

4 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. Assalamu’alaikum

    Tips untuk mengurangi ketergantungan pada televisi adalah dengan pembentukan opini tentang negatifnya televisi. Semisal dialog tentang apa saja manfaatnya televisi dan apakah manfaat tersebut di ridhoi oleh Alloh?. Dari hal tersebut, insya Alloh akan berkembang stigma tentang televisi dan berangsur-angsur meninggalkannya.

    Tips yang lain adalah dengan cara menyediakan wacana alternatif pengganti televisi, semisal majalah dan buku-buku agama. Kalau dicermati, biasanya anggota keluarga menyalakan televisi karena memang tidak ada kesibukan sehingga merasa kesepian. Untuk mengantisipasi fase kesepian tersebut, maka sangat tepat bila menyediakan sesuatu yang bermanfaat terutama menambah khazanah keislaman yang mudah di jangkau tangan, semisal diletakkan di meja keluarga.

    Semoga bermanfaat..

  2. Sebenarnya semua perbuatan ntuh tergantung niat, apa yang dia niatkan maka akan mendapatkannya.
    Kita sudah dikaruniai Allah potensi kehendak, kita sudah dizinkan Allah untuk itu, dan pembatas antara hitam dan putih sudah jelas, tinggal manusia nya apakah niat/mau g?….

    Kedai

  3. mudah2an kita bisa diberikan hidayah-Nya untuk membedakan yang baik dan buruk…

  4. Bgmn untuk anak yg masih balita,ana sekarang punya dengan anak ana yang umur 3th,ana melarang dia mendengar musik atau nyanyi,tapi diluar terbawa oleh teman2 nya,atau ikut nonton tv ditetangga bersama teman2 ny,sekarang jadi suka bohong karena pelarangan ana tersebut,ana mohon nasehatny dari ustadz atau ikhwah sekalian,email ana fawwaz.aisyah@gmail.com


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: