Dicopet Oleh Setan dalam Shalat

Maret 26, 2009 pukul 3:00 am | Ditulis dalam Shalat | 4 Komentar
Tag: ,

Alhamdulillah wa shalaatu wa salaamu ‘ala Rosulillah wa ‘ala alihi wa shohbihi wa sallam.
typing3Dari ‘Aisyah, beliau berkata,

سألت رسول الله صلى الله عليه و سلم عن الالتفات في الصلاة ؟
“Saya bertanya mengenai memalingkan muka ketika shalat?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas bersabda,
هو اختلاس يختلسه الشيطان من صلاة العبد
“Itu adalah copetan yang dicopet oleh setan dalam shalat seseorang.” (HR. Bukhari) [Bukhari: 16-Kitab Shifat Shalat, 11-Bab Memalingkan Muka Ketika Shalat, dan 63-Kitab Bad’ul Kholqi, 11-Bab Sifat Iblis dan Tentaranya]

Pelajaran Berharga
Pertama, dilarang memalingkan wajah ketika shalat kecuali jika dalam keadaan butuh atau ada maslahat. Misalnya dalam keadaan butuh adalah ketika seseorang diliputi dengan banyak was-was dari setan, maka dia diperintahkan untuk meludah ke kirinya sebagaimana hal ini akan dijelaskan pada kiat khusyu’ selanjutnya. Contoh ketika ada maslahat adalah ketika makmum harus melihat gerakan ketika shalat jama’ah, apalagi kalau berada di ujung shaf.
Kedua, memalingkan wajah dan leher dihukumi makruh, namun jika lebih dari itu, sampai memalingkan seluruh badan sampai membelakangi kiblat, maka ini dihukumi haram dan dapat membatalkan shalat. Adapun memalingkan wajah, namun hanya sedikit, maka ini tidak membatalkan shalat sebagaimana hal ini adalah pendapat mayoritas ulama.
Ketiga, hikmah dimakruhkannya memaligkan wajah ketika shalat adalah karena hal ini dapat menghilangkan kekhusu’an dalam shalat.
Keempat, memalingkan wajah merupakan tipu daya setan karena ini adalah hasil copetannya yang terjadi ketika shalat yang hal ini dapat mengurangi nilai shalat seseorang di sisi Allah.
Kelima, para ulama memaknakan hukum memalingkan wajah di sini adalah makruh (tidak sampai haram) karena hal ini tidak sampai membatalkan shalat, cuma mengurangi nilai shalat di sisi Allah.

****
Yang selalu mengharapkan ampunan dan rahmat Rabbnya
Muhammad Abduh Tuasikal
27 Rabi’ul Awwal 1430 H

4 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. semoga Allah senantiasa memberkahi umur dan ilmu antum mas..

    ana cinta Antum karena ALLAH…kapan nih maen ke sragen? ziaroh ke rumah ana mas…

  2. Insya Allah akhi abu zaid (admin). Kalau ada kesempatan insya Allah ana mampir ke tempat.
    Ahabbakallahu alladzi ahbabtani lahu

  3. saya mau menanyakan mengenai dua imam yang ada pada sholat berjama’ah di mesjid raya….waktu itu saya sholat di mesjid raya dan ada dua imam yang berseru…contohnya sewaktu imam didepan mengucapkan ALLAHUAKBAR dan dibelakang juga ada mengucapkan ALLAHUAKBAR juga…itu bagaimana ustadz…hukum dan dalil nya …..mohon di beri penjelasan..dan sangat berharap untuk dikirim ke email saya
    sukron katsiron

  4. semoga shalatku diterima dengan baik dan mendaptkan berkahnya …
    amin ..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: