Hukum Memberi Upah pada Tukang Bekam

Maret 10, 2009 pukul 5:35 am | Ditulis dalam Muamalah | 2 Komentar
Tag: ,

Oleh Syaikh Muhammad bin Sholeh Al Utsaimin dalam Liqo’at Al Bab Al Maftuh, 189/17
duit1Syaikh rahimahullah pernah ditanya:
Apa hukum memberi upah (harta) pada tukang bekam atas usaha bekamnya?
Syaikh rahimahullah menjawab:
Tidak mengapa (boleh-boleh saja) memberi upah pada tukang bekam. Sebagaimana dikatakan oleh Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma,

إن أجرة الحجام ليست حراماً، ولو كانت حراماً ما أعطى النبي صلى الله عليه وسلم الحجام أجرته
“Sesungguhnya upah tukang bekam tidaklah haram. Seandainya upah tersebut haram, tentu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak akan memberikan upah tersebut pada tukang bekam.”[1]

Benarlah Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma. Akan tetapi ingatlah bahwa upah bekam disebut khobits (jelek). Sudah selayaknya tukang bekam tidak meminta upah karena proses bekam memberikan dhoror (bahaya) pada saudaranya (dengan mengeluarkan darah).
Jadi dapat kita katakan untuk upah bekam: Upah semacam ini adalah jelek, namun bukan haram. Apakah khobits (jelek) berarti halal? Iya. Allah Ta’ala berfirman,

أَنفِقُواْ مِن طَيِّبَاتِ مَا كَسَبْتُمْ وَمِمَّا أَخْرَجْنَا لَكُم مِّنَ الأَرْضِ وَلاَ تَيَمَّمُواْ الْخَبِيثَ مِنْهُ تُنفِقُونَ
“Nafkahkanlah (di jalan allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu. Dan janganlah kamu memilih yang khobits (yang buruk-buruk) lalu kamu menafkahkan daripadanya.” (QS. Al Baqarah: 267)

Diterjemahkan oleh hamba yang sangat butuh pada ampunan Rabbnya: Muhammad Abduh Tuasikal
Pangukan, Sleman, 12 Rabi’ul Awwal 1430 H

________
[1] HR. Bukhari dan Muslim

2 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. Assalamu’alaikum
    Alhamdulillah ilmu saya semakin bertambah dengan mengunjungi situs ini.Namun saya masih bingung!!!kalaulah upah tukang bekam merupakan sesuatu perbuatan jelek,mengapa banyak para muslim dan muslimah masih melakukan hal tsb?Apakah mereka tidak mengetahui tentang hadis diatas?Kemudian adakah dalil yang nendukung bahwa upah bekam merupakan suatu hal yang baik?Hal ini saya kemukakan dikarenakan bahwa mereka mengambil upah dikarenakan untuk menutupi alat-alat yang dipakai untuk bekam juga diukur dari matetrial disamping jasa-jasa mereka?
    Saya harapkan pertanyaan saya dijawab
    jazakallah katsir

  2. Kesimpulan mengenai upah bekam:

    1. Upah bekam adalah upah yang khobits, namun ini bukan berarti haram.
    2. Boleh bagi orang yang dibekam memberi upah kepada tukang bekam, sebagaimana yang dikatakan oleh Ibnu ‘Abbas

    “Sesungguhnya upah tukang bekam tidaklah haram. Seandainya upah tersebut haram, tentu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak akan memberikan upah tersebut pada tukang bekam.”[1]

    3. Kami sarankan kepada tukang bekam agar tidak meminta upah, namun kalau diberi sesuatu dari orang yang telah dia bekam, maka boleh saja dia terima dan itu halal bagi dia. Kalau tukang bekam mau meminta upah, maka sebagaimana kata Syaikh Ibnu Utsaimin sebagaimana dalam fatwa yang telah kami sampaikan:

    “Kalau ingin mengambil upah, seharusnya dia mengambil sekadarnya saja (untuk mengganti biaya alat, misalnya) tanpa ambil keuntungan. Jadi, upah bekam ini bukanlah haram.”

    Demikian yang dapat kami simpulkan. Semoga bermanfaat. Wallahu a’lam.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: