Memberi Hadiah Pada Tetangga

Maret 1, 2009 pukul 3:00 am | Ditulis dalam Tetangga | 7 Komentar
Tag: , ,

Alhamdulillah wa shalaatu wa salaamu ‘ala Rosulillah wa ‘ala alihi wa shohbihi wa sallam

tetangga4
Posting kali ini masih lanjutan dari posting sebelumnya mengenai tetangga. BBerikut adalah eberapa hadits yang dibawakan oleh Al Bukhari dalam (Shahih) Adabil Mufrod mengenai “Memberi Hadiah pada Tetangga”. Semoga bermanfaat.

48- Bab [Memberi] Dimulai Dari Tetangga -57

[77/104]
Dari Ibnu Umar, ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

ماَ زَالَ جِبْرِيْلُ يُوْصِيْنِي بِالْجَارِ حَتى َّ ظَنَنْتُ أَنَّهُ سَيُوَرِّثه
“Jibril selalu berwasiat kepadaku agar berbuat baik kepada tetangga sampai saya mengira bahwa dia (Jibril) akan menetapkan warisan baginya.”

(Shahih) Lihat Al Irwa’ (891): [Bukhari: 78-Kitab Al Adab, 28-Bab Al Washoh bil Jaar. Muslim: 45-Kitab Al Birr wash Shilat wal Adab, hal. 141]

[78/105]
Dari Abdullah ibnu ‘Amru berkata bahwa pada suatu saat seekor kambing disembelih untuknya. Dia lalu berkata pada pembantunya,
“Apakah engkau juga memberikan (daging ini) kepada tetangga kita orang Yahudi itu?” Beliau mengulangnya dua kali. Kemudian beliau berkata, “Saya pernah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
ماَ زَالَ جِبْرِيْلُ يُوْصِيْنِي بِالْجَارِ حَتى َّ ظَنَنْتُ أَنَّهُ سَيُوَرِّثُهُ

“Jibril selalu berwasiat kepadaku agar berbuat baik kepada tetangga sampai saya mengira bahwa dia (Jibril) akan menetapkan warisan baginya.”

(Shahih) Lihat Al Irwa’ (891): [Abu Daur: 40-Kitab Al Adab, 123-Bab Fi Haqqil Jaar. At Tirmidzi: 25-Kitab Al Birr wash Shilah, 28-Maa Jaa-a fi Haqqil Jiwaar]

49- Memberi Hadiah pada [Tetangga] yang Paling Dekat -58

[79/107]
Dari Aisyah, ia berkata, “Saya pernah berkata pada Rasulullah,

يَا رَسُوْلَ اللهِ ! إِنَّ لِي جَارَيْنِ، فَإِلىَ أَيِّهِمَا أُهْدِي؟
”Wahai rasulullah! Saya mempunyai dua tetangga, kepada siapa saya memberi hadiah?”
Beliau menjawab,
إِلَى أَقْرَبِهِمَا مِنْكَ باَباً
“Berilah hadiah kepada tetangga yang rumahnya paling dekat denganmu.”

(Shahih) Lihat: [Bukhari: 78-Kitab Al Adab, 32-Bab Haqqil Jiwar Qorbil Abwaab]

50- Bab [Prioritas dalam Pemberian adalah] Tetangga yang Paling Dekat -59

[80/109]
Al Hasan (Al Bashri) pernah ditanya mengenai tetangga, dia menjawab,
أَرْبَعِيْنَ دَاراً أَمَامَهُ، وَأَرْبَعِيْنَ خَلْفَهُ، وَأَرْبَعِيْنَ عَنْ يَمِيْنِهِ، وَأَرْبَعِيْنَ عَنْ يَسَارِهِ
“(Yang dinamakan tetanga adalah) empat puluh rumah ke arah depan, belakang, samping kanan dan ke samping kiri.”

(Hasan secara sanad)

Walhamdulillah. Wa shallallahu ‘ala Nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi wa shohbihi wa sallam.

2 Rabiul Awwal 1430 H
Yang selalu mengharapkan ampunan dan rahmat Rabbnya
Muhammad Abduh Tuasikal

7 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. subhanallah,,
    begitu indahnya islam mengajari kita untuk bersikap yang baik kepada tetangga sendiri

    Semoga Allah senantiasa memudahkan kita untuk beramalkan sholeh

  2. assalaamu’alaikum warahmatullaah
    kaifa haluk akh ?
    ‘afwan ana mau tanya akh. Gimana kalau rumah kita diapit oleh dua rumah rumah disisi kanan dan kiri akh. Mana yang lebih kita dahulukan ?. Apakah dilihat dari posisi pintu pagar atau pintu rumahnya ?

    jazakallahu khairan
    abu ihsan al-baikasy

  3. assalaamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh

    ana abu ihsan akh dari Bekasi. Bagaimana sikap kita jika diundang oleh tetangga/kerabat dalam acara-acara yang menyelisihi ajaran Islam [bid’ah,read] seperti tahlilan, yasinan, maulidan, dll ?

    Dan jika kita dimintai dana sumbangan untuk perayaan Maulid, apakah lebih baik kita tolak dengan cara yang ma’ruf atau kita ikut menyumbangkan dengan niat yang lain ?

    Dan juga akh, bila kita dikasih besek/bingkisan kotak dari acara-acara bid’ah itu baiknya diterima atau sebaliknya dengan cara yang ma’ruf dan hikmah ?

    Ditunggu jawabannya ya akh abduh tuasikal barakallahu fik.
    jazakallahu khairan sebelumnya

    abu ihsan al-baikasy

  4. Alhamdulillah, semoga bermanfaat baik untuk diri sendiri dan keluarga serta kaum muslimin dan muslimat

  5. Wa’alaikumus salam wa rahmatullahi wa barakatuh
    @ abu ihsan

    Gimana kalau rumah kita diapit oleh dua rumah rumah disisi kanan dan kiri akh. Mana yang lebih kita dahulukan ?. Apakah dilihat dari posisi pintu pagar atau pintu rumahnya ?

    Jawabannya: pokoknya yang kamu anggap paling dekat

  6. kami punya tetangga, dia berjualan dirumahnya.
    tak lama kemudian , kamipun juga buka warung dan hasilnya lumayan buat tambah belanja dapur.
    lalu sampai sekarang tetangga dia jadi sinis kepada kami,
    apakah kami salah?
    bagaimana cara saya mengasih hadiah padanya, sedangkan dia benci pada kami?
    mohon penjelasan dari ustadz.

  7. Suatu kisah yang menarik akhi rizky …
    Mungkin yang kami bisa nasehatkan adalah antum tetap bermuamalah baik dengan dia. Seringlah beri hadiah atau makanan padanya.
    Sebenarnya tidak masalah dalam berdagang seperti itu. Tetangga sebelah ikut jualan, kita juga demikian. itu tidak mengapa. Dan seharusnya tetangga tidak sinis seperti itu. Padahal sebenarnya berjualan seperti ini bisa saling menolong. Kalau tidak ada barang tertentu di kita, kan kita bisa menyuruh orang yang beli ke tetangga. Itu kan jadi tolong menolong.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: