Wasiat Dalam Hidup Bertetangga

Februari 28, 2009 pukul 3:00 am | Ditulis dalam Tetangga | 2 Komentar
Tag: , ,

Alhamdulillah wa shalaatu wa salaamu ‘ala Rasulillah wa ‘ala alihi wa shahbihi wa sallam.

tetangga2
Berikut adalah beberapa hadits yang dibawakan oleh Al Bukhari dalam (Shahih) Adabil Mufrod mengenai “Wasiat dalam Hidup Bertetangga”. Semoga kita dapat mengamalkannya.

46- Bab Wasiat Terhadap Tetangga -55

[74/101]
Dari Aisyah radliallahu ‘anha dari nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda,

ماَ زَالَ جِبْرِيْلُ يُوْصِيْنِي بِالْجَارِ حَتى َّ ظَنَنْتُ أَنَّهُ سَيُوَرِّثه
“Jibril senantiasa berwasiat kepadaku agar berbuat baik kepada tetangga sampai saya mengira bahwa dia (Jibril) hendak memberikan warisan kepadanya.”

(Shahih) Lihat Ar Irwa’ (891): [Bukhari: 78-Kitab Al Adab, 28-Bab Al Washoh bil Jaar. Muslim: 45-Kitab Al Birr wash Shilah wal Adab, hal. 140]

[75/102]
Dari Abu Syuraih Al Khuza’i dari nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda,

مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ فَلْيُحْسِنْ إِلَى جَارِهِ، وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ فَلْيُكْرِمْ ضَيْفَهُ، وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ اْلآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْراً أَوْ لِيَصْمُتْ
“Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir hendaknya dia berbuat baik pada tetangganya, barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaknya dia menghormati tamunya, dan barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaknya dia berbicara yang baik atau diam.”

(Shahih) Lihat Al Irwa’ (2525): [Bukhari: 78-Kitab Al Adab, 32-Bab Man Kaana Yu’minu Billahi wa Yaumil Akhir Falaa Yu’dzi Jaarohu. Muslim: 31-Kitab Al Luqotoh, hal. 14]

47- Bab Hak Tetangga -56

[76/103]
Dari Al Miqdad Al Aswad, ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bertanya pada para sahabatnya mengenai zina, mereka semua menjawab,

حَرَامٌ ؛ حَرَّمَهُ اللهُ وَرَسُوْلُهُ
’Itu adalah perbuatan yang diharamkan oleh Allah dan Rasul-Nya”

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

َلأَنْ يَزْنِيَ الرَّجُلُ بِعَشْرِ نِسْوَةٍ، أَيْسَرُ عَلَيْهِ مِنْ أَنْ يَزْنِيَ بِامْرَأَةِ جَارِهِ
“Dosa seorang yang berzina dengan sepuluh wanita lebih ringan daripada dosa seorang yang berzina dengan istri tetangganya.”

Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya kepada mereka mengenai pencurian. Maka mereka menjawab,

حَرَامٌ ؛ حَرَّمَهُ اللهُ وَرَسُوْلُهُ
’Itu adalah perbuatan yang diharamkan oleh Allah dan Rasul-Nya”

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

َلأَنْ يَسْرِقَ مِنْ عَشْرَةِ أَهْلِ أَبْيَاتٍ، أَيْسَرُ عَلَيْهِ مِنْ أَنْ يَسْرِقَ مِنْ بَيْتِ جَارِهِ
”Dosa seorang yang mencuri dari sepuluh rumah orang lain lebih ringan daripada dosa seorang yang mencuri dari salah satu rumah tetangganya.”

(Shahih) Lihat Ash Shahihah (65)

48- Bab [Memberi] Dimulai Dari Tetangga -57

[77/104]
Dari Ibnu Umar, ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

ماَ زَالَ جِبْرِيْلُ يُوْصِيْنِي بِالْجَارِ حَتى َّ ظَنَنْتُ أَنَّهُ سَيُوَرِّثه
“Jibril selalu berwasiat kepadaku agar berbuat baik kepada tetangga sampai saya mengira bahwa dia (Jibril) akan menetapkan warisan baginya.”

(Shahih) Lihat Al Irwa’ (891): [Bukhari: 78-Kitab Al Adab, 28-Bab Al Washoh bil Jaar. Muslim: 45-Kitab Al Birr wash Shilat wal Adab, hal. 141]

[78/105]
Dari Abdullah ibnu ‘Amru berkata bahwa pada suatu saat seekor kambing disembelih untuknya. Dia lalu berkata pada pembantunya,
“Apakah engkau juga memberikan (daging ini) kepada tetangga kita orang Yahudi itu?” Beliau mengulangnya dua kali. Kemudian beliau berkata, “Saya pernah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

ماَ زَالَ جِبْرِيْلُ يُوْصِيْنِي بِالْجَارِ حَتى َّ ظَنَنْتُ أَنَّهُ سَيُوَرِّثُهُ
“Jibril selalu berwasiat kepadaku agar berbuat baik kepada tetangga sampai saya mengira bahwa dia (Jibril) akan menetapkan warisan baginya.”

(Shahih) Lihat Al Irwa’ (891): [Abu Daur: 40-Kitab Al Adab, 123-Bab Fi Haqqil Jaar. At Tirmidzi: 25-Kitab Al Birr wash Shilah, 28-Maa Jaa-a fi Haqqil Jiwaar]

Wa shallallahu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi wa shahbihi wa sallam

2 Rabiul Awwal 1430 H
Yang selalu mengharapkan ampunan dan rahmat Rabbnya
Muhammad Abduh Tuasikal

2 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. assalaamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh

    ana abu ihsan dari Bekasi akh. Bagaimana cara menasihati tetangga yang gemar menyetel musik dengan volume tinggi akh dan bagaimana cara menyikapi teman/tetangga kita yang hobinya itu membakar hantu berkepala api [rokok,read] ?

    atas jawabannya nanti, jazakallahu khairan

    Yang selalu mengharapkan ampunan dan rahmat Rabbnya
    abu ihsan al-baikasy

  2. wa’alaikumus salam wa rahmatullahi wa barakatuh akhi
    @ akhi abu ihsan
    Senang berkenalan dengan antum.
    Menyikapi tetangga seperti itu (suka nyetel musik), kalau mereka belum mengerti, maka kita cuma bisa bersabar dan banyak berdo’a. Semoga mereka bisa dapat taufik.
    Kalau tetangga yang suka merokok, ya mungkin kita bisa kasih nasehat berupa logika saja. Tidak ada satu dokter pun yang menyatakan merokok itu menyehatkan. Yang ada, rokok berdasarkan kesepakatan para ahli kesehatan adalah mengandung berbagai macam penyakit dan racun. Lalu bagaimana mungkin rokok dibolehkan atau dimakruhkan[?] Padahal agama ini sangat melindungi umatnya agar tidak terjatuh dalam berbagai macam bahaya. Ya kalau susah dinasehati, jangan sering bergaul dengan orang seperti itu. Dan bersabarlah.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: