Tanda Sayang: Mencium Buah Hati Tercinta

Februari 27, 2009 pukul 3:00 am | Ditulis dalam Keluarga | 4 Komentar
Tag: , , , ,

Alhamdulillah wa shalaatu wa salaamu ‘ala rosulillah wa ‘ala alihi wa shohbihi wa sallam.
loveDalam kitab Adabul Mufrod (Al Bukhari) dibawakan Bab 50-Mencium Anak Kecil. Di antara hadits yang dibawakan.

Hadits Pertama [67/90]
Dari Aisyah radliallahu ‘anha, ia berkata,
“Seorang badui datang menemui Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, lalu berkata,
أَتُقَبِّلُوْنَ صِبْيَانَكُمْ؟!فَـمَا نُقَبِّلُهُمْ!
‘Apakah kalian mencium anak -anak kalian? Demi Allah, kami tidak pernah menciumnya.’
Lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

أو أملك لك أن نزع الله من قلبك الرحمة؟!”
’Sungguh aku tidak mampu mencegah jika ternyata Allah telah mencabut sifat kasih sayang dari hatimu.”

(Shahih) – [Bukhari: 78-Kitab Al Adab, 18-Bab Rahmatul Walad Taqbiluhu wa Mu’anaqotuhu. Muslim: 43-Kitab Al Fadha’il, hal. 64]

Hadits Kedua [68/91]
Dari Abu Hurairah, ia berkata, ”Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah mencium Hasan, putra Ali di mana saat itu ada Aqra’ ibnu Habis At Tamimi sedang duduk di samping beliau. Dia lalu berkata,
إِنَّ لِي عَشْرَةً مِنَ اْلوَلَدِ مَا قَبَّلْتُ مِنْهُمْ أَحَداً!
“Saya punya sepuluh orang anak dan tidak pernah satupun dari mereka saya cium.”
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memandangnya dan berkata,

مَنْ لَا يَرْحَمُ لَا يُرْحَمُ
’Siapa yang tidak memiliki sifat kasih sayang, niscaya tidak tidak akan memperoleh rahmat Allah.”

(Shahih) Lihat Ghayatul Maram (70-71): [Bukhari: 78-Kitab Al Adab, 18-Bab Al Walad Taqbiluhu wa Mu’anaqotuhu. Muslim: 43-Kitab Al Fadha’il, hal. 65]

Wa shallallahu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi wa shohbihi wa sallam.
2 Rabiul Awwal 1430 H
Yang selalu mengharapkan ampunan dan rahmat Rabbnya
Muhammad Abduh Tuasikal

4 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. jadi kesimpulannya bagaimana? mencium anak kecil itu sunnah.
    jika iya ya sami’na wa atha’na!
    Barakallahu fiik

  2. assalaamu’alaikum warahmatullaah

    akh, kalau bagi yang belum punya anak bagaimana ?. Apakah boleh kita mencium ana saudara, kerabat, tetangga, dsb ?

    ^_^ ‘afwan akh kalau pertanyaan ana sekiranya tidak relevan.

    jazakallahu khairan

    Yang mengharapkan ampunan dan rahmat Rabbnya
    abu ihsan al-baikasy

  3. wa’alaikumus salam wa rahmatullahi wa barakatuh akhi
    @ akhi abu ihsan
    Kalau berdasarkan hadits2 di atas yang dimaksudkan adalah mencium anak sendiri, bisa juga cucu yang masih kecil. Wallahu a’lam.

  4. @ Lanjar
    Hukumnya: Dianjurkan (sunnah)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: