Beralasan dengan Celana Abu Bakar

Februari 24, 2009 pukul 5:00 am | Ditulis dalam Pakaian | 1 Komentar
Tag: , ,

Seri kedua dari tiga tulisan
Disusun oleh Muhammad Abduh Tuasikal

wr1Sebagian orang ada yang masih rancu tentang masalah isbal atau celana di bawah mata kaki. Ada yang memang sudah berniat melaksanakan ajaran Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tersebut, namun ada sebagian orang menyodorkannya padanya suatu kerancuan. Kerancuannnya adalah: Abu Bakar Ash Shidiq pernah menjulurkan celana di bawah mata kaki. Jadi menjulurkan celana di bawah mata kaki (alias: isbal) tidaklah mengapa karena ada sahabat juga yang melakukannya.
Untuk menjawab kerancuan yang satu ini, kami akan bahas pada posting kali ini. Semoga Allah memudahkannya.

Bagaimana jika ada yang berdalil dengan perbuatan Abu Bakr di mana Abu Bakr dahulu pernah menjulurkan celana hingga di bawah mata kaki?

Syaikh Muhammad bin Sholih Al ‘Utsaimin rahimahullah pernah mendapat pertanyaan semacam ini, lalu beliau memberikan jawaban sebagai berikut.
Adapun yang berdalil dengan hadits Abu Bakr radhiyallahu ‘anhu, maka kami katakan tidak ada baginya hujjah (pembela atau dalil) ditinjau dari dua sisi.
Pertama, Abu Bakr radhiyallahu ‘anhu mengatakan, ”Sesungguhnya salah satu ujung sarungku biasa melorot kecuali jika aku menjaga dengan seksama.” Maka ini bukan berarti dia melorotkan (menjulurkan) sarungnya karena kemauan dia. Namun sarungnya tersebut melorot dan selalu dijaga. Orang-orang yang isbal (menjulurkan celana hingga di bawah mata kaki, pen) biasa menganggap bahwa mereka tidaklah menjulurkan pakaian mereka karena maksud sombong. Kami katakan kepada orang semacam ini:

Jika kalian maksudkan menjulurkan celana hingga berada di bawah mata kaki tanpa bermaksud sombong, maka bagian yang melorot tersebut akan disiksa di neraka. Namun jika kalian menjulurkan celana tersebut dengan sombong, maka kalian akan disiksa dengan azab (siksaan) yang lebih pedih daripada itu yaitu Allah tidak akan berbicara dengan kalian pada hari kiamat, tidak akan melihat kalian, tidak akan mensucikan kalian dan bagi kalian siksaan yang pedih.

Kedua, Sesungguhnya Abu Bakr sudah diberi tazkiyah (rekomendasi atau penilaian baik) dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan sudah diakui bahwa Abu Bakr tidaklah melakukannya karena sombong. Lalu apakah di antara mereka yang berperilaku seperti di atas (dengan menjulurkan celana dan tidak bermaksud sombong, pen) sudah mendapatkan tazkiyah dan syahadah (rekomendasi)?! Setan memang selalu membuka jalan untuk sebagian orang agar mengikuti ayat atau hadits yang samar (dalam pandangan mereka, pen) lalu ayat atau hadits tersebut digunakan untuk membenarkan apa yang mereka lakukan. Allah-llah yang memberi petunjuk ke jalan yang lurus kepada siapa yang Allah kehendaki. Kita memohon kepada Allah agar mendapatkan petunjuk dan ampunan.
(Lihat Fatawal Aqidah wa Arkanil Islam, Darul Aqidah, hal. 547-548).

Kesimpulannya :

Janganlah kita mendahulukan perkataan atau perbuatan para sahabat padahal di sana masih ada perkataan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang melarang isbal (melabuhkan celana di bawah mata kaki). Seharusnya kita merenungkan perkataan Ibnu Abbas. Beliau mengatakan,

“Seakan-akan turun hujan batu dari langit, aku mengatakan perkataan Nabi, malah kalian mengatakan : Akan tetapi Abu Bakar dan Umar mengatakan demikian.”

Semoga dengan penjelasan ini terjawablah kerancuan yang ada.

Bersambung pada posting selanjutnya.

1 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. […] Abu Bakar Melabuhkan Celana di Bawah Mata Kaki […]


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: