Di Balik Shalat Malam

Februari 3, 2009 pukul 5:00 am | Ditulis dalam Shalat Malam | 16 Komentar
Tag: , ,

Disusun oleh Muhammad Abduh Tuasikal

 

malam
Akhi … yang semoga engkau selalu mendapatkan taufik Allah. Suatu hal yang sudah kita ketahui bersama bahwa shalat malam adalah kebiasaan orang sholeh dan orang bertakwa. Marilah kita perhatikan firman Allah Ta’ala berikut (yang artinya),

“Mereka sedikit sekali tidur di waktu malam. Dan selalu memohonkan ampunan di waktu pagi sebelum fajar.” (QS. Adz Dzariyat: 17-18)

“Hai orang yang berselimut, bangunlah pada sebagian malam (untuk sholat), separuhnya atau kurangi atau lebihi sedikit dari itu. Dan bacalah Al-Qur’an dengan tartil.” (QS. AlMuzammil: 1-4)

Inilah beberapa ayat yang mendorong kita untuk melaksanakan shalat malam.

Namun, yang kami sayangkan, sebagian orang lebih memilih tidur diselimuti selimut daripada bangun mengambil air wudhu dan bermunajat kepada Allah dengan penuh rasa harap-takut pada-Nya. Ya Allah, berilah petunjuk kepada kami untuk senantiasa melakukan ketaatan padamu dan jauhkanlah sifat malas dalam diri kami ini.

Semoga kita terdorong untuk melaksanakan shalat yang utama ini dengan mengetahui keutamaan-keutamaannya. Ya Allah, berilah taufik kepada kami untuk melakukan amalan ini.

Shalat malam adalah sebaik-baik shalat setelah shalat wajib

Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ شَهْرِ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ وَأَفْضَلُ الصَّلَاةِ بَعْدَ الْفَرِيضَةِ صَلَاةُ اللَّيْلِ

“Sebaik-baik puasa setelah puasa Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah –Muharram-. Sebaik-baik shalat setelah shalat wajib adalah shalat malam.” (HR. Muslim no. 1163)

Akhi … An Nawawi dalam Syarh Muslim menjelaskan mengenai hadits ini. Beliau rahimahullah mengatakan, “Ini adalah dalil dari kesepakatan ulama bahwa shalat malam lebih baik dari shalat sunnah di siang hari.” Beliau juga mengatakan bahwa shalat malam lebih baik dari shalat sunnah rawatib.

Orang yang melakukan shalat malam dijamin masuk surga dan selamat dari adzab neraka

Dari Abdullah bin Salam radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

يَا أَيُّهَا اَلنَّاسُ! أَفْشُوا اَلسَّلَام, وَصِلُوا اَلْأَرْحَامَ, وَأَطْعِمُوا اَلطَّعَامَ, وَصَلُّوا بِاللَّيْلِ وَالنَّاسُ نِيَامٌ, تَدْخُلُوا اَلْجَنَّةَ بِسَلَامٍ

“Wahai manusia! Sebarkanlah salam, jalinlah tali silturahmi (dengan kerabat), berilah makan (kepada istri dan kepada orang miskin), shalatlah di waktu malam sedangkan manusia yang lain sedang tidur, tentu kalian akan masuk ke dalam surga dengan penuh keselamatan.” (HR. Tirmidzi no. 2485 dan Ibnu Majah no. 1334. Syaikh Al Albani dalam As Silsilah Ash Shohihah no. 569 mengatakan bahwa hadits ini shohih)

Orang yang melakukan shalat malam akan dicatat sebagai orang yang berdzikir kepada Allah

Dari Abu Sa’id dan Abu Hurairah, Rasulullah shallalahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا اسْتَيْقَظَ الرَّجُلُ مِنَ اللَّيْلِ وَأَيْقَظَ امْرَأَتَهُ فَصَلَّيَا رَكْعَتَيْنِ كُتِبَا مِنَ الذَّاكِرِينَ اللَّهَ كَثِيرًا وَالذَّاكِرَاتِ

“Apabila seseorang bangun di waktu malam, lalu dia membangunkan istrinya, kemudian keduanya mengerjakan shalat dua raka’at, maka keduanya akan dicatat sebagai pria dan wanita yang banyak berdzikir pada Allah.” (HR. Ibnu Majah no. 1335. Syaikh Al Albani mengatakan dalam Shohih wa Dho’if Sunan Ibnu Majah bahwa hadits ini shohih).

Hadits ini menunjukkan bahwa suami istri dianjurkan untuk shalat malam berjama’ah.

Berbeda dengan orang yang tidak shalat malam, orang yang bangun di malam hari kemudian berwudhu dan melakukan shalat malam, dia akan bersemangat di pagi harinya.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

عَقِدَ الشَّيْطَانُ عَلَى قَافِيَةِ رَأْسِ أَحَدِكُمْ إِذَا هُوَ نَامَ ثَلاَثَ عُقَدٍ ، يَضْرِبُ كُلَّ عُقْدَةٍ عَلَيْكَ لَيْلٌ طَوِيلٌ فَارْقُدْ ، فَإِنِ اسْتَيْقَظَ فَذَكَرَ اللَّهَ انْحَلَّتْ عُقْدَةٌ ، فَإِنْ تَوَضَّأَ انْحَلَّتْ عُقْدَةٌ ، فَإِنْ صَلَّى انْحَلَّتْ عُقْدَةٌ فَأَصْبَحَ نَشِيطًا طَيِّبَ النَّفْسِ ، وَإِلاَّ أَصْبَحَ خَبِيثَ النَّفْسِ كَسْلاَنَ

“Setan membuat tiga ikatan di tengkuk (leher bagian belakang) salah seorang dari kalian ketika tidur. Di setiap ikatan setan akan mengatakan, “Malam masih panjang, tidurlah!” Jika dia bangun lalu berdzikir pada Allah, lepaslah satu ikatan. Kemudian jika dia berwudhu, lepas lagi satu ikatan. Kemudian jika dia mengerjakan sholat, lepaslah ikatan terakhir. Di pagi hari dia akan bersemangat dan bergembira. Jika tidak melakukan seperti ini, dia tidak ceria dan menjadi malas.” (HR. Bukhari no. 1142 dan Muslim no. 776)

Inilah perkataan Nabi kita yang jujur lagi benar ucapannya. Kita sering memperhatikan saudara kita yang belum sadar untuk shalat malam akan terlihat malas-malasan di pagi hari, berbeda dengan orang yang rajin shalat malam. Bahkan mungkin kita perhatikan mereka akan lebih senang mengisi waktu paginya dengan tidur daripada melakukan amal sholeh.

Benarlah ucapan Syarik, “Barangsiapa banyak mengerjakan shalat di malam hari, maka wajahnya akan berseri di pagi harinya.” (Laysa min qoulin Nabi, hal. 89)

Semoga Allah senantiasa melindungi kita dari kebiasaan buruk di pagi hari.

Lihatlah pula akhi, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sampai mencela orang yang dulu rajin shalat malam, namun sekarang shalat tersebut ditinggalkan begitu saja.

Dari Abdullah bin ‘Amr bin Al ‘Ash, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata padaku, “Wahai Abdullah, janganlah engkau seperti si A. Dulu dia rajin mengerjakan shalat malam, namun sekarang dia tidak mengerjakannya lagi.” (HR. Bukhari no. 1152)

Akhi, mengaku mengikuti Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabat (baca : salafush sholeh) bukanlah hanya kleim semata, namun haruslah dengan bukti. Kalau memang kita mengaku mengikuti mereka (salafush sholeh), maka sudah sepatutnya kita melaksanakan amalan yang mulia ini.

Semoga Allah senantiasa memberi taufik kepada kita untuk melakukan amalan yang mulia ini. Semoga Allah memberi petunjuk kepada kita untuk meninggalkan tempat tidur dan beranjak mengambil wudhu, lalu melaksanakan shalat malam ini dengan senatiasa mengharapkan ampunan-Nya dan berharap mendapatkan rahmat-Nya. Ya Allah, Hanyalah Engkaulah tempat kami memohon dan Engkaulah yang memberi taufik pada hamba-Mu yang hina ini.

Akhi … Marilah kita menghidupkan amalan yang mulia ini. Semoga kita dapat bertemu dengan 1/3 malam terakhir, lalu memanjatkan segala hajat kita kepada Dzat Yang Maha Mengabulkan Setiap Permintaan Hamba-Nya. Semoga do’a kita ini diijabahi.

Lihat pula mengenai shalat malam di sini atau artikel lainnya di sini.

Dari seorang hamba yang senantiasa mengharapkan ampunan Rabbnya

Muhammad Abduh Tuasikal

Di awal malam, Pangukan, Sleman, 14 Dzulqo’dah 1429

16 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. jazakallahu khoiron mas…

  2. Wa iyyakum. Semoga kita bisa istiqomah pada amalan yang satu ini. Salafi seharusnya bukan kleim semata. Seharusnya kita selalu mengamalkan apa yang telah kita ilmui.

    Semoga kita tidak termasuk orang2 yang tercela dalam ayat ini, yang artinya:
    wahai orang yg beriman, kenapa kalian mengatakan apa yang tidak kalian lakukan? ALLAH sangat murka jika engkau mengatkan apa yang tidak kalian kerjakan. QS. Ash shoff:2

  3. Assalamualaikum wr.wb.

    Trima kasih atas artikelnya, membuat saya bergetar, saya sering bangun malam tapi kadang rasa malas membuat saya tidur lagi…

    Gimana sih caranya agar bisa slalu istiqomah shalat malam?

  4. Kami hanya bisa menasehatkan:
    1. Lakukanlah sebab agar bisa bangun malam dengan segera tidur setelah isya’ jika memang tidak ada keperluan.
    2. Lalu mohonlah pada Allah agar dimudahkan dlm urusan ini, janganlah kita merasa mampu dgn usaha kita sendiri tanpa pertolongan dari Nya. Bersandarlah pada Allah, janganlah kita bersandar pada usaha kita sendiri walaupun hanya sekejap mata.
    Mohonlah terus pada Allah akhi. Berdoalah trus padaNYA agar dimudahkn dalam amalan ini.

    Semoga Allah memudahkan kita dalam melakukan kebaikan.

  5. Qiyamul lail…
    Sebuah amalan yang sering terlupakan.
    Hayyakumullah.
    Barakallahu fiikum.

  6. Assalamu’alaikum,, akh,
    jazakumullahukhairan katsiran
    saya rasanya ingin menangis saat membaca artikel ini,,,
    rindu hati ini pd amalan yang satu ini krn sy trmasuk yg lemah dlm melakukannya,,,

    smoga Allah memberi taufik nya shg kita smua bisa sholat malam,, amiin

    Ya Allah hamba rindu kasih sayang mu,,,
    ya rasulullah, aku akan berusaha terus mengikuti mu….

  7. akhi abduh, apakah saling mengingatkan shalat malam pada waktunya (1/3 mlm terakhir) lwt sms atw telp itu dibolehkan?? ataukah rawan menimbulkan penyakit riya di hati..
    syukron atas jwbnnya..
    barakallahufiiyk..

  8. @ ane
    Kalau sesama suami istri insya Allah gak mengapa, sebagaimana hadts yang kami bawakan di atas.

    Namun, kalau sms seperti itu, boleh jadi akan menimbulkan riya’. Para sahabat dan para salaf selalu menyembunyikan amalan-amalan sunnah mereka agar tidak diketahui orang lain. Namun, kalo ana menilai sendiri gak perlu melakukan semacam itu.Cukup kita beri nasehat, melalui sms di lain waktu untuk mengingatkan keutamaan dan pentingnya shalat malam. Atau bisa juga memberikan artikel semacam ini, agar dia terdorong shalat malam.

  9. Mohon izin mengcopy artikelnya akhi……jazakallahu.

  10. @ rizal
    Silakan akhi. Mudah2an kita dimudahkan oleh Allah untuk melakukan amalan ini dan semoga kita diberi keistiqomahan.

  11. ass…
    terima kasih artikelnya ,,,

  12. Sukron Akhi Atas Artikelnya ,Semoga Allah Memberikan Kita Kekuatan Untuk Melakukanya Aminn.Barakallahu Fiikum

  13. Assalamualaikum..warahmatullah..
    akh..mau tanya..
    apa shalat malam / tahajud itu musti di lakukan setelah bangun tidur di sepertiga malam..dalam arti kalo kita gak tidur dulu apakah itu juga bisa di katakan shalat tahajud ..qiyamul la’il..atau shalat malam..

    ada gak dalam quran yg menyatakan bhw shalat tahajud dilakukan setelah tidur dulu..ada di surat dan ayat berapa..

    terimakasih..
    wa’alaikumsalam..warahmatullah..

  14. Wa’alaikumus salam wa rahmatullahi wa barakatuh
    @ tommy
    Menurut pakar fiqih, shalat malam sebaiknya didahului tidur. Karena menurut mereka, shalat malam (tahajud) adalah shalat yang dikerjakan di malam hari setelah seseorang itu tidur. (Lihat Shahih Fiqih Sunnah)

  15. jazakallah akh atas artikel nasihatnya
    izin ngopy ya…

  16. @ajagus
    iya silakan akhi


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: