Orang Kafir Sekarang Sudah Berjenggot, Kita Seharusnya Menyelisihi Mereka

Februari 1, 2009 pukul 5:00 am | Ditulis dalam Jenggot | 34 Komentar
Tag: , , , ,

Disusun oleh Muhammad Abduh Tuasikal

Alhamdulillah wash sholaatu was salaamu ‘ala Rosulillah wa ‘ala alihi wa shohbihi wa sallam.

jenggot[Sedikit Kerancuan] Ada yang berkata,
Sekarang ini orang-orang Cina, para biksu, dan Yahudi ortodok juga memanjangkan jenggot. Kalau demikian memakai jenggot juga dapat dikatakan tasyabuh (menyerupai) orang kafir. Sehingga sekarang kita harus menyelisihi mereka dengan mencukur jenggot.

Jawaban dari pernyataan di atas telah dijawab oleh Syaikh Muhammad bin Sholih Al Utsaimin dalam ta’liq (komentar) beliau terhadap kitab Iqtidho’ Ash Shirothil Mustaqim, hal. 220, karangan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah. Beliau rahimahullah mengatakan,

”Ini sungguh kekeliruan yang besar. Karena larangan ini berkaitan dengan memelihara jenggot. Jika saat ini orang-orang kafir menyerupai kita, maka tetap saja kita tidak boleh berpaling dari apa yang telah diperintahkan walaupun mereka menyamai kita. Di samping memelihara jenggot untuk menyelisihi orang kafir, memelihara jenggot adalah termasuk fitroh (yang tidak boleh diubah sebagaimana penjelasan di atas, pen). Sebagaimana disabdakan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, ‘Ada sepuluh fitroh, di antaranya memelihara (membiarkan) jenggot’. Maka dalam masalah memelihara jenggot ada dua perintah yaitu untuk menyelisihi orang kafir dan juga termasuk fithroh.”

Juga jawaban lebih memuaskan lagi dapat dilihat pada dua Fatwa Al Lajnah Ad Da’imah Lil Buhuts Al ‘Ilmiyyah wal Ifta’ (komisi fatwa di Saudi Arabia, semacam komite fatwa MUI di Indonesia)

[Fatwa Pertama] Fatwa no. 2258.

Pertanyaan : “Saya pernah mendengar bahwa memelihara (membiarkan) jenggot adalah wajib. Apakah pendapat ini benar? Jika ini benar, aku mohon agar dijelaskan mengenai sebab wajibnya hal ini. Dari yang saya ketahui ketika membaca salah satu buku bahwa sebab wajibnya memelihara jenggot adalah karena kita diharuskan melakukan yang berkebalikan dengan apa yang dilakukan orang kafir (maksudnya kita diperintahkan menyelisihi orang kafir, pen). Akan tetapi saat ini orang-orang kafir malah memelihara jenggot, sehingga saya merasa tidak puas dengan alasan ini. Aku mohon agar aku diberi penjelasan mengenai sebab kenapa kita diperintahkan memelihara jenggot?”

Jawaban :
Alhamdulillah wahdah wash sholatu was salamu ‘ala rosulihi wa aalihi wa shohbihi wa sallam. Wa ba’du
Sesungguhnya memelihara (membiarkan) jenggot adalah wajib dan mencukurnya adalah haram. Hal ini sebagaimana yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad, Bukhari, Muslim, dan selainnya dari shahabat Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ”Selisilah orang musyrik, biarkanlah jenggot dan pendekkanlah kumis.” Begitu juga dalam riwayat Ahmad dan Muslim dari Abu Huroiroh radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ”Pendekkanlah kumis dan biarkanlah (perihalah) jenggot dan selisilah Majusi.” (Hal ini berarti) terus menerus dalam mencukur jenggot termasuk al kabair (dosa besar). Maka wajib bagi seseorang untuk menasehati orang yang mencukur jenggot dan mengingkarinya. …
Dan bukanlah maksud menyelisihi majusi dan orang musyrik adalah menyelisihi mereka di semua hal termasuk di dalamnya adalah hal yang benar yang sesuai dengan fithroh dan akhlaq yang mulia. Akan tetapi yang dimaksudkan dengan menyelisihi mereka adalah menyelisihi apa yang ada pada mereka yang telah menyimpang dari kebenaran dan yang telah keluar dari fithroh yang selamat serta akhlaq yang mulia.
Dan sesuatu yang telah diselisihi oleh orang majusi, orang musyrik, dan orang kafir lainnya adalah dalam masalah mencukur jenggot. Dengan melakukan hal ini, mereka telah menyimpang dari kebenaran dan keluar dari fithroh yang bersih serta telah menyelisihi ciri khas para Nabi dan Rasul. Maka menyelisihi mereka dalam hal ini adalah wajib yaitu dengan memelihara (membiarkan) jenggot dan memendekkan kumis. Hal ini dilakukan dalam rangka mengikuti petunjuk para Nabi dan Rasul dan mengikuti apa yang dituntunkan oleh fitroh yang bersih (selamat). Telah terdapat dalil pula bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ada sepuluh macam fitrah, yaitu memendekkan kumis, memelihara jenggot, bersiwak, istinsyaq (menghirup air ke dalam hidung,-pen), memotong kuku, membasuh persendian, mencabut bulu ketiak, mencukur bulu kemaluan, istinja’ (cebok) dengan air.” (HR. Ahmad, Muslim dan lainnya) …
Jika (pada saat ini) orang kafir malah memelihara jenggot, maka ini bukan berarti boleh bagi kaum muslimin untuk mencukur jenggot mereka. Sebagaimana dalam penjelasan di atas bahwasanya bukanlah yang dimaksudkan adalah menyelisihi mereka dalam segala hal. Namun, yang dimaksudkan adalah menyelisihi mereka pada hal-hal yang mereka telah menyimpang dari kebenaran dan telah keluar dari fithroh yang selamat.
Wa billahit tawfiq wa shollallahu ‘ala nabiyyina Muhammad wa aalihi wa shohbihi wa sallam.
Al Lajnah Ad Da’imah Lil Buhuts Al ‘Ilmiyyah wal Ifta’
Anggota : Abdullah bin Qu’ud, Abdullah bin Ghodayan
Wakil Ketua : Abdur Rozaq Afifi
Ketua : Abdul ‘Aziz bin Abdillah bin Baz

[Fatwa Kedua] Fatwa no. 4988 (yang sengaja kami ringkas agar tidak terlalu panjang)
Memelihara jenggot termasuk tuntutan fitroh sebagaimana terdapat pada kurun pertama dan juga hal ini merupakan syari’at Nabi-nabi terdahulu sebagaimana merupakan syari’at Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Syari’at beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah umum bagi semua makhluk dan wajib bagi mereka untuk melaksanakannya hingga hari kiamat. Allah telah berfirman mengenai Nabi Musa dan saudaranya Harun ‘alaihimas salam serta kepada kaumnya Bani Israil ketika mereka menyembah anak sapi,

وَلَقَدْ قَالَ لَهُمْ هَارُونُ مِنْ قَبْلُ يَا قَوْمِ إِنَّمَا فُتِنْتُمْ بِهِ وَإِنَّ رَبَّكُمُ الرَّحْمَنُ فَاتَّبِعُونِي وَأَطِيعُوا أَمْرِي (90) قَالُوا لَنْ نَبْرَحَ عَلَيْهِ عَاكِفِينَ حَتَّى يَرْجِعَ إِلَيْنَا مُوسَى (91) قَالَ يَا هَارُونُ مَا مَنَعَكَ إِذْ رَأَيْتَهُمْ ضَلُّوا (92) أَلَّا تَتَّبِعَنِ أَفَعَصَيْتَ أَمْرِي (93) قَالَ يَا ابْنَ أُمَّ لَا تَأْخُذْ بِلِحْيَتِي وَلَا بِرَأْسِي إِنِّي خَشِيتُ أَنْ تَقُولَ فَرَّقْتَ بَيْنَ بَنِي إِسْرَائِيلَ وَلَمْ تَرْقُبْ قَوْلِي (94)
“Dan sesungguhnya Harun telah berkata kepada mereka sebelumnya: “Hai kaumku, sesungguhnya kamu hanya diberi cobaan dengan anak lembu itu dan sesungguhnya Tuhanmu ialah (Tuhan) Yang Maha Pemurah, maka ikutilah aku dan ta’atilah perintahku”. Mereka menjawab: “Kami akan tetap menyembah patung anak lembu ini, hingga Musa kembali kepada kami”. Berkata Musa: “Hai Harun, apa yang menghalangi kamu ketika kamu melihat mereka telah sesat, (sehingga) kamu tidak mengikuti aku? Maka apakah kamu telah (sengaja) mendurhakai perintahku?” Harun menjawab’ “Hai putera ibuku, janganlah kamu pegang janggutku dan jangan (pula) kepalaku. sesungguhnya aku khawatir bahwa kamu akan berkata (kepadaku): “Kamu telah memecah antara Bani Israil dan kamu tidak memelihara amanatku”.” (QS. Thoha : 90-94)

Maka lihatlah, memelihara jenggot adalah sesuatu yang disyari’atkan pada syari’at Nabi Musa dan Harun ‘alaihimas salam. Kemudian Nabi Isa ‘alaihis salam membenarkan ajaran yang ada pada Taurat, maka lihyah (jenggot) juga merupakan syari’at Nabi Isa ‘alaihis salam. Mereka semua (Nabi Musa, Harun dan Isa) adalah para rasul Bani Israil yaitu Yahudi dan Nashrani. Jadi, tatkala orang Yahudi dan Nashrani meninggalkan memelihara jenggot, maka mereka telah salah (rusak) sebagaimana mereka telah rusak tatkala meninggalkan ajaran tauhid dan syari’at Nabi-nabi mereka. Mereka juga telah menggugurkan perjanjian yang seharusnya mereka ambil yaitu untuk mengimani Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Siapa saja dari Yahudi dan Nashrani yang kembali pada ajaran yang sesuai dengan syari’at setiap Nabi di antaranya adalah memelihara jenggot, maka kita tidaklah menyelisihi mereka dalam hal ini karena mereka telah kembali kepada sebagian kebenaran. Sebagaimana pula kita tidaklah menyelisihi mereka jika mereka kembali pada tauhid dan kembali beriman kepada Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Bahkan jika memang mereka beriman, kita akan menolong (menguatkan) mereka dan memujinya disebabkan keimanan ini serta kita akan saling tolong menolong dalam kebaikan dan takwa.
Wa billahit tawfiq wa shollallahu ‘ala nabiyyina Muhammad wa aalihi wa shohbihi wa sallam.
Al Lajnah Ad Da’imah Lil Buhuts Al ‘Ilmiyyah wal Ifta’
Anggota : Abdullah bin Qu’ud, Abdullah bin Ghodayan
Wakil Ketua : Abdur Rozaq Afifi
Ketua : Abdul ‘Aziz bin Abdillah bin Baz

Demikianlah Fatwa Kedua Lajnah Ad Da’imah. Semoga perkataan ulama dan fatwa-fatwa di atas bisa menjawab sedikit kerancuan yang menyebar di tengah-tengah masyarakat.
Alhamdulillahilladzi bi ni’matihi tatimmush sholihaat. Allahumman fa’ana bimaa ‘allamtana, wa ‘alimna maa yanfa’una wa zidnaa ‘ilmaa. Wa shallallahu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi wa shohbihi wa sallam.

Yang selalu mengharapkan ampunan dan rahmat Rabbnya
Muhammad Abduh Tuasikal

34 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. Na’am akhi :)

    Sesungguhnya pemeliharaan jenggot ini… bukan umat Islam yang mengikuti kaum kafir..
    tapi justru kaum kafir yang mengikuti umat Islam… :)

    Contoh yang mudah dipahami…
    Jika ada kaum kafir mengenakan jilbab, apakah orang yang berjilbab harus melepas jilbabnya demi menyelisihi mereka?

    Atau jika ada kaum kafir sholat, apakah kita harus meninggalkan sholat demi menyelisihi mereka??

    Silahkan dijawab masing2….

  2. Hohohoh0o…Saya yang masih tahap belajar ini mencoba belajar dari kajian para Anda semuanya..
    Salam..

  3. trus, kalau kita mencukur janggut dengan tujuan untuk merapihkannya agar tidak terlalu panjang gmn hukumnya?

  4. Anak Band juga pake pelihara jenggot, mari kita berdoa biar mereka rajin sholat!!!

  5. @ bocah banjar
    Semoga Allah selalu memberi taufik padamu.

  6. @ Akhi Adang
    Tetap tidak diperbolehkan. Karena perintah yang disebutkan dalam hadits yang telah kami sampaikan pada beberapa posting yang lewat:
    https://rumaysho.wordpress.com/2008/12/28/jenggot-ajaran-nabi-shallallahu-%e2%80%98alaihi-wa-sallam-yang-terzholimi/
    , semua menunjukkan bahwa perintah memelihara jenggot adalah membiarkan begitu saja, tidak boleh dipangkas sedikit pun dan tidak boleh dipendekkan dalam rangka untuk rapi. Sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

  7. Anak-anak band memang memelihara jenggot, namun kalo tidak diniatkan untuk ibadah maka tidak mendapatkan pahala sama sekali. Jadi harus ada niat untuk beribadah.

  8. Baraqallahu fiikum,

    Seorang muslim yang taat dan orang yang fasik ataupun orang kafir mempunyai perbedaan maksud dan tujuan dalam melakukan suatu perbuatan yang sama. Sepertinya misalnya memelihara jenggot. Jika seorang muslim yang taat tentu memelihara jenggot adalah didasari niat yang ikhlas dan ittiba kepada Rasulullahu shallallahu ‘alaihi. Sedangkan seorang yang fasik memanjangkan jenggot bukan karena niat yang ihklas krn Alloh dan ittiba kepada Rasulullahu shallallahu ‘alaihi namun dengan berbagai alasan seperti misal lagi trendnya, biar tampil beda, atau hal lainnya. Begitu juga bagi orang kafir jelas alasannya karena faktor duniawi semata, wallahu’alam.

    Dari Amirul mukminin, Umar bin khathab radhiyallahu anhu, ia berkata : “Aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Segala amal itu tergantung niatnya, dan setiap orang hanya mendapatkan sesuai niatnya. Maka barang siapa yang hijrahnya kepada Alloh dan Rasul-Nya, maka hijrahnya itu kepada Alloh dan Rasul-Nya. Barang siapa yang hijrahnya itu Karena kesenangan dunia atau karena seorang wanita yang akan dikawininya, maka hijrahnya itu kepada apa yang ditujunya”. HR. Bukhari & Muslim.

  9. Assalamualaikum,
    BAROKALLAHUFIK USTADZ,

    Ijin Kutip artikelnya untuk blog dakwah ana di http://abuubaidah.wordpress.com, sungguh ini artikel sangat bagus untuk menjawab syubhat2 selama ini.

    wassalamualaikumwarahmatullah

    dwiyanto/abuubaidah

  10. @ Abu Ubaidah
    Wa’alaikumus salam.
    Silakan akhi. Barakallahu fikum.

  11. ustadz, bagaimana dengan perintah memendekkan kumis dari hadits di atas. seberapa panjangkah sisanya? bolehkan dicukur habis?
    barakallahu fiik.

  12. salam saudara…

    kenapa bawa identitas kafir? bukankah itu hanya TUhan yang tahu?

    saya kira, berjenggot atau tidak, berkumis tipis, tebal atau tidak, itu tak jadi soal lagi sekarang. yang paling penting, sekarang seberapa manfaat perilaku mereka buat diri, dan lingkungannya?

    kalau ada orang berjenggot dan berkumis, juga berbuat kekerasan, dan merusak lingkungan sama juga kan> ?

    jadi jenggot, kumis, dan atribut lain, itu hanya identitas pengenal saja, tapi tak menentukan menjadi muslim, kafir, masuk surga dan masuk nerakan, bukan? gak ada hubungannya antara jenggot dan masuk surga.

    bukankah, ukuran ketakwaan, keimanan serta status kafir seseorang itu hak prerogatif Tuhan?

  13. maaf ya saya sih awam, cuman ingin ikutan nimbrung, kalo logo jenggot itu sejak dulu juga sudah di pake untuk salah satu merek aggur (beralkohol) jap kepala jenggot (Cap orang Tua) nah gimana juga yah itu

  14. Jenggot aja dipermasalahkan. gitu aja kok sewot.

  15. Untuk yang ingin berkomentar pada pembahasan ini, harap melihat posting kami selanjutnya mengenai JENGGOT YANG TERZHOLIMI.

    Mudah-mudahan paham. Semoga Allah memberi taufik dan hidayah pada kalian.

  16. Ketika orang-orang kafir memelihara jenggot sebagai upaya mereka untuk mengikuti umat Islam (sedangkan kita tetap diwajibkan untuk tetap memelihara jenggot sebagaimana tuntunan Rasullah SAW), bagaimana dengan perkara-perkara umat Islam lainnya yang diikuti kaum kafir, namun umat Islam sendiri telanjur mengharamkannya karena menganggap itu adalah perbuatan kaum kafir? (Dengan syarat perkara ini dasarnya mubah dan tidak diharamkan alim ulama)

  17. Silakan yang mau pakai jenggot….
    Saya lebih merasa nyaman tak memakai bulu-buluan di wajah, susah ngaturnya, dan juga supaya lebih mudah dikenali…

  18. @ Akhi Adang
    Tetap diperbolehkan. Karena perintah yang disebutkan dalam hadits yang telah kami sampaikan pada beberapa posting yang lewat:

    ***

    Maksudnya “Tetap tidak diperbolehkan” kan?

  19. @ Badar Online
    Jazakumullah khoiron akhi. Tadi salah ketik. Maksudnya tidak diperbolehkan. Sekarang sudah ana ralat.

  20. @ Zikuru

    Mungkin bisa berikan contohnya akhi?

  21. jenggot aja kok dimasalahkan sih? berjenggot kalo bejat ga ada gunanya… emang kalo berjenggot langsung masuk surga? wake up man…

  22. Semoga yang tidak suka dengan jenggot selalu mendapat taufik Allah.

    Lihatlah pembahasan kami sekali lagi di sini (Jenggot yang Terzholimi).

    Bukankah kami sudah jelaskan bahwa jenggot adalah ajaran Nabi? Lihat sekali lagi pembahasan di atas!
    Bahkan jenggot adalah ajaran Nabi Musa, Isa dan Harun …. Kalian mau taruh di mana ajaran ini? Apa mau dihapus dengan komentar2 kalian?

    Jika ada yang mengatakan : JENGGOT SAJA KOK DIPERMASALAHKAN?


    Kami jawab: Siapa yang permasalahkan [?]
    Yang gak setuju aja yang permasalahkan hal ini.
    Bukankah memelihara jenggot sudah makin hemat, gak perlu beli alat cukur? Bahkan memelihara jenggot adalah kemudahan dari Allah karena jenggot cuma dibiarkan begitu saja. Kok repot … malah beli alat cukur dan butuh waktu untuk cukur?
    Sekarang siapa yang lebih repot membiarkan jenggot ataukah memangkasnya? Coba renungkan akhi.

    Lalu jika ada yang mengatakan bahwa memelihara jenggot itu tidak rapi.

    Kami jawab: Siapa bilang akhi? Lihatlah Nabi kita saja berjenggot! Apa Anda berani mengatakan bahwa Nabi gak rapi? Coba siapa yang berani mengatakan demikian.
    Bahkan orang yang berjenggot-lah yang sebenarnya rapi karena mengikuti ajaran Islam dan mengikuti ajaran Nabinya.
    Jika Anda beragama Islam, masih beranikah Anda menghina orang yang berjenggot?
    Jika Anda mencintai agama Anda, masihkan Anda menolak salah satu ajaran agama Anda sedangkan dalil2 yang ada sudah sangat jelas?

    Ingatlah sebagaimana kata pepatah Arab: Innal muhibba liman yuhibbul muthi’ (Sesungguhnya orang yang mencintai seseorang, pasti akan selalu tetap dengan perintah orang yang dicintai). Bukankah begitu? Jika Anda mencintai Agama Islam, pasti Anda mencintai ajarannya, pasti Anda akan melaksanakan ajarannya, dan pasti Anda juga akan berjenggot.

    Semoga Allah memberi petunjuk pada kalian semua untuk selalu taat pada ajarannya.

  23. @ Akh Herr
    Sebaiknya kumis tidak dicukur habis. Karena perintah memendekkan kumis yang dimaksud adalah memangkas tipis, tidak melebihi bibir. Inilah pendapat An Nawawi dalam Syarh Shohih Muslim. Dan pendapat ini lebih hati-hati dalam menyikapi perbedaan ulama dalam masalah ini.
    Wallahu a’lam bish showab.

  24. Ada yang berkomentar seperti ini:

    jadi jenggot, kumis, dan atribut lain, itu hanya identitas pengenal saja, tapi tak menentukan menjadi muslim, kafir, masuk surga dan masuk nerakan, bukan? gak ada hubungannya antara jenggot dan masuk surga.

    Kami jawab:
    Masa’ gak ada hubungannya? Ya ada hubungannya lah.

    Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah menceritakan bahwa seluruh umatnya akan masuk surga kecuali yang enggan. Lalu beliau mengatakan, “Siapa yang mentaatiku akan masuk surga dan siapa yang tidak mentaatiku, dialah yang enggan untuk masuk surga”

    Jadi siapa saja yang pakai jenggot, dialah yang taat pada perintah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam .
    Siapa saja yang memangkas jenggot, merekalah yang tidak mentaati Nabinya shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dan dalil yang menjelaskan bahwa memelihara jenggot adalah perintah telah kami jelaskan pada posting Jenggot yang Terzholimi. Silakan cermati lagi pembahasan tersebut.

    Yang terakhir inilah yang tidak ingin masuk surga. Namun akankah mereka kekal dalam neraka? Siapa bilang demikian? Siapa tahu dia memiliki amalan kebaikan dan terutama memiliki aqidah yang benar dan sempurna, hal ini menyebabkan dia akan masuk surga setelah sebelumnya disucikan dulu di neraka. Namun jika dia memliki timbangan amalan kebaikan melebihi kejelekannya dan memiliki aqidah yang benar, maka ini juga bisa menyebabkan dia masuk surga tanpa mampir dulu ke neraka.
    Pahamilah hal ini akhi!
    Jadi jenggot bukan hanya penampilan zhohir saja. Memelihara jenggot adalah tanda seseorang mencintai dan taat pada Nabinya. Siapa yang taat pada Allah dan Rasul-Nya ditambahkan dengan memiliki aqidah yang benar (tidak menyimpang), maka niscaya dia akan masuk surga.

    Kalo ada yang mengatakan: Memang pake jenggot bisa langsung masuk surga?
    Ya belum tentu juga. Tetapi orang yang memelihara jenggot adalah tanda dia mentaati Allah dan Rasul-Nya. Jika demikian dan ditambah dia memiliki keimanan, maka ini akan membuat dia masuk surga. Namun jika punya dosa dan tidak dimaafkan oleh Allah, maka dia bisa mampir dulu ke neraka setelah itu akan dimasukkan ke surga.
    Gitu ya jawabannya. Semoga Allah selalu memberi taufik padamu.

  25. […] selalu mengharapkan ampunan dan rahmat Rabbnya Muhammad Abduh Tuasikal (mat) Share and […]

  26. terima kasih atas informasinya. saya berusaha memelihara jenggot hanya saja sampai saat ini tidak bisa tumbuh panjang, kemungkinan faktor genetis dari ayah saya, beliau juga jenggotnya tidak tumbuh panjang. :)

  27. Metode orang barat lebih canggih dalam berdakwah, materinya lebih menarik dan berbobot. Sementara islam masih berkutat pada bi’dah, haram, bahkan tidak sedikit yang bertengkar karena temanya tidak berjenggot dan sarungnya panjang.

  28. @ qosdie
    Lihatlah orang ini. Islam dan saudaranya malah dipojokkan. Lalu membela orang barat yang kafir. Masya Allah apakah ini yang dianjarkan oleh agamamu, jika kamu betul2 Islam? Bukan mengagungkan agamanya, malah membela orang barat.
    Na’udzu billahi min dzalik. Semoga Allah memberi petunjuk padamu. Kami memaksudkan posting ini adalah agar saudara kami yang muslim mengerti ajaran Nabinya bukan untuk memonjokkan mereka. Pahamilah hal ini.

  29. alhamdulillah.. Islam adalah agama yang argumentatif.. jika agama lain misal kristen (untuk mewakili metode barat yang lebih canggih?) terlihat lebih damai penuh kasih dll itu tidak lain karena mereka tidak memiliki ajaran yang jelas. Makanya memakai dasar humanisme, kasih sayang dll. Mereka tidak memiliki hadists2 yang shohih, bahkan alkitab pun bertentangan. Maka tidak ada jalan lain selain menjelaskan dengan akal (tidak memiliki text book yang valid).

    Berbeda dengan Islam, setiap hal bisa dirujuk ke dalil baik itu qur’an ataupun sunnah. Islam adalah agamanya orang2 yang kritis, tidak ada permasalahan yang tidak ada hukum di dalamnya. Maka dari itu jika ingin menyanggah, kesampingkanlah perasaan dan ajukanlah argumentasi anda yang jelas. Karena perasaan bisa salah sedangkan hadits yang shohih telah diteliti oleh puluhan ulama dan tetap terbukti keshohihannya. Insyaallah, pemilik blog ini atau umat muslim semuanya pasti akan tunduk dengan dalil yang shohih dan pemahaman yang benar bukan dengan sifat memojokkan atau membuat perkiraan semata.

  30. yang masih ngotot itu yang belum menerima hidayah Allah swt..
    sirik banget c sama jenggot…..
    rasulullah salallahu alaihi wassalam adalh sebaik baik suri tauladan..
    hati2 dalam berucap, mencela jenggot berarti anda mencela rasulullah yang juga berjenggot dan menganjurkannya…
    begitu pula mencela sunnah yang lain..

  31. Assalaamu’alaikum warahmatullaohi wabaro kaatuh

    # fatkhurrahman wiwit r
    “bukankah, ukuran ketakwaan, keimanan serta status kafir seseorang itu hak prerogatif Tuhan?”

    Akh Fatkhurrahman, Semoga senantiasa dalam rahmat Alloh subhana wata’ala

    Yaa akhi, bukankah mengikuti perintah Rasululah dan ajaran agama adalah salah satu wujud ketaqwaan??

    Bagaimana antum bisa menjadi bertaqwa jika perintah Rasulullah dan Alloh antum tolak??

    Lalu apakah makna “taqwa” menurut antum??

    # qosdie Says: Februari 2, 2009 at 10:57 pm

    “Metode orang barat lebih canggih dalam berdakwah, materinya lebih menarik dan berbobot. Sementara islam masih berkutat pada bi’dah, haram, bahkan tidak sedikit yang bertengkar karena temanya tidak berjenggot dan sarungnya panjang.”

    Akh Qosdie, semoga senantiasa dalam rahmat Alloh subhana wata’ala
    Boleh saya tanya, apa yang orang barat tersebut dakwakan?? apakah ajaran agama Islam? Apakah akan memberikan kebahagiaan dan memasukkakn ke surga?

    Kenapa antum membandingkannya dengan ajaran agama Islam yang mulia, yang jika kita melaksanakannya dengan benar dan baik akan bisa memberikan kebahagiaa dan memasukkan kita ke surga.

    Apakah antum tidak ingin masuk surga??
    Lalu, Apa dan bagaimana cara antum untuk mewujudkannya??

    Semoga Alloh senantiasa membimbing kita di atas jalan kebenaran. Barokallohu fiikum

    Wassalaam

  32. Subhanallah… alhamdulillah Akh Abu Rumaysho dan tmn2 mencounter dgn perkataan yg baik…

    kita tidak perlu langsung emosi dlm mengcounter pendapat2 yg memojokkan perintah agama ini.

    Semoga kita semua diberi ganjaran pahala dan surga dari Allah. Amiin

  33. ada beberapa jahiliyah menyusup. dari komentar2 mereka, terlihat kalo mereka ibarat tong kosong berbunyi nyaring. Sunnah rasul kok dilawan!


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: