Ralat dari Pemilik Blog Rumaysho

Januari 30, 2009 pukul 8:00 am | Ditulis dalam Tentang Blog | 6 Komentar
Tag: ,

Oleh: Muhammad Abduh Tuasikal

Alhamdulillah wa sholaatu wa salaamu ‘ala rosulillah wa ‘ala alihi wa shohbihi wa sallam.
writing5 Berdasarkan masukan dari saudara tercinta kami, Al Akh Julian Haris dan hasil koreksi dari -guru kami- Ustadz Aris Munandar, ada ralat dari kami pada dua artikel:

Shalat Tahiyyatul Masjid Di Waktu Terlarang Untuk Shalat

Sebelumnya:
Perintah dalam hadits ini adalah umum untuk semua waktu dan tidak diketahui adanya pengkhususan larangan dalam hadits ini. Adapun yang dimaksud dengan larangan shalat setelah terbit fajar, ketika tenggelamnya matahari, maka hadits larangan tersebut dikhususkan untuk beberapa keadaan. Di antaranya adalah ketika ingin mengqodho shalat yang terluput, atau ingin menunaikan shalat dua raka’at thawaf, …. Perlu diketahui bahwa dalil umum yang tidak ada pengkhususan (‘aam mahfuzh) lebih kita dahulukan daripada dalil umum yang ada pengkhususan (‘aam makhsush).

Ralat:
Perintah dalam hadits ini adalah umum untuk semua waktu dan tidak diketahui adanya pengkhususan larangan dalam hadits ini. Adapun yang dimaksud dengan larangan shalat setelah terbit fajar, ketika tenggelamnya matahari, maka hadits larangan tersebut dikecualikan untuk beberapa keadaan. Di antaranya adalah ketika ingin mengqodho shalat yang terluput, atau ingin menunaikan shalat dua raka’at thawaf, …. Perlu diketahui bahwa dalil umum yang tidak ada pengkhususan (‘aam mahfuzh) lebih kita dahulukan daripada dalil umum yang ada pengkhususan (‘aam makhsush).

Kami juga sudah meralat e-book dari artikel ini. Silakan lihat di page e-book RUMAYSHO.

Mudahkanlah Orang yang Berutang Padamu

Sebelumnya:
“Barangsiapa memberi tenggang waktu pada orang yang berada dalam kesulitan, maka setiap hari sebelum batas waktu pelunasan, dia akan dinilai telah bersedekah. Jika utangnya belum bisa dilunasi lagi, lalu dia masih memberikan tenggang waktu setelah jatuh tempo, maka setiap harinya dia akan dinilai telah bersedekah semisal tadi.” (HR. Ahmad, Abu Ya’la, Ibnu Majah, Ath Thobroniy, Al Hakim, Al Baihaqi. Syaikh Al Albani dalam As Silsilah Ash Shohihah no. 86 mengatakan bahwa hadits ini shohih)

Ralat:
“Barangsiapa memberi tenggang waktu pada orang yang berada dalam kesulitan, maka setiap hari sebelum batas waktu pelunasan, dia akan dinilai telah bersedekah. Jika utangnya belum bisa dilunasi lagi, lalu dia masih memberikan tenggang waktu setelah jatuh tempo, maka setiap harinya dia akan dinilai telah bersedekah dua kali lipat nilai piutangnya.” (HR. Ahmad, Abu Ya’la, Ibnu Majah, Ath Thobroniy, Al Hakim, Al Baihaqi. Syaikh Al Albani dalam As Silsilah Ash Shohihah no. 86 mengatakan bahwa hadits ini shohih)

Kami ucapkan terima kasih dan jazahumullahu khoiron. Rahimahullahu imro’an ahda ilayya ‘uyubiy (Semoga Allah merahmati seseorang yang telah membuka ‘aib-‘aib kami di hadapan kami). Kepada para pembaca yang lainnya, kami sangat senang sekali jika ada kritik dan masukan yang membangun, semoga ke depannya kami bisa menjadi lebih baik.

Alhamdulillahilladzi bi ni’matihi tatimmush sholihat. Wa shallallahu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi wa shohbihi wa sallam.

Pangukan, Sleman, 2 Shofar 1430 H

6 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. Assalaamu’alaikum

    Itulah sikap penuntut ilmu sejati Ustadz, berbahagia bila ada orang yang menunjukkan kesalahan kita

    Baarakallaahu fiikum

  2. Pak Ustadz saya diajarin ya..

    Banyak Dosa Pak,…Salam

    Assalamu’alaikum wr.wb…

  3. kaitannya dgn hutang piutang, bagaimana jika terdesak atau sudah terlanjur berhutang dgn bank yang terdapat sistem riba/bunga?
    terimakasih

  4. pokoknya mas abduh top banget deh…

  5. wah bagus tu…………
    tapi kadfang yanh susah juga……

  6. ustadz saya mau tanya perihal fatwa MUI yang mengharamkan golput.
    sebaiknya bagaimana kita bersikap ketika ada pemilu.
    banyak orang yang mempermasalahkan jika umat islam banyak yang golput justru akan memberi kesempatan bagi umat non untuk memimpin negeri ini, tapi juga kalau mengikuti memilih ditakutkan mendukung demokrasi.
    tolong dijawab ustadz.
    jazakallahu khoiron


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: