Menjual Barang Halal, Namun Dibeli Untuk Tujuan Haram

Januari 20, 2009 pukul 6:00 am | Ditulis dalam Muamalah | 8 Komentar
Tag: , , , ,

Disusun oleh Muhammad Abduh Tuasikal, ST

uang3Kami termotivasi menyusun posting kali ini dari dorongan ustadz kami, Ustadz Abu Ali –hafizhohullah-. Ada pertanyaan seperti ini:
Apa hukumnya jualan computer, laptop, cd blank, PDA, mp3, atau mp4 dan semacamnya yang mayoritas sekarang walaupun banyak manfaatnya tetapi mayoritas digunakan untuk menyimpan musik, gambar porno, tulisan-tulisan sesat? Juga jualan kain yang mayoritas digunakan oleh orang yang membuat pakaian tidak syar’i? Juga hukum membuatkan website bagi perusahaan penjual brankas yang mayoritas penggunaan brankas untuk muamalah ribawi?

Berikut kami akan berusaha menjawab permasalahan di atas dengan membawakan penjelasan para ulama mengenai hal ini. Semoga Allah memudahkannya.

Allah Ta’ala berfirman,

وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ
“Janganlah kalian saling tolong menolong dalam dosa dan melanggar batasan Allah.” (QS. Al Maidah: 2)

Dari Abdullah bin Buraidah dari ayahnya (yakni Buraidah), beliau berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ حَبَسَ الْعِنَبَ أَيَّامَ الْقِطَافِ حَتَّى يَبِيعَهُ حَتَّى يَبِيعَهُ مِنْ يَهُودِيٍّ أَوْ نَصْرَانِيٍّ أَوْ مِمَّنْ يَعْلَمُ أَنَّهُ يَتَّخِذُهُ خَمْرًا فَقَدْ تَقَحَّمَ فِي النَّارِ عَلَى بَصِيرَةٍ
“Siapa saja yang menahan anggur ketika panen hingga menjualnya pada orang yang ingin mengolah anggur tersebut menjadi khomr, maka dia berhak masuk neraka di atas pandangannya.” (HR. Thobroni dalam Al Awsath. Ibnu Hajar dalam Bulughul Marom mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan)

[Komentar Syaikh Al Albani dalam Silsilah Ash Shohihah no. 1269 mengenai hadits ini: Al Hafizh Ibnu Hajar keliru dalam menilai hadits ini. Beliau tidak mengomentari hadits ini dalam At Talkhish (239) dan Al Hafizh mengatakan dalam Bulughul Marom bahwa hadits ini diriwayatkan oleh Ath Thobroni dalam Al Awsath dengan sanad yang hasan. Syaikh Al Albani menukil perkataan Ibnu Abi Hatim dalam Al ‘Ilal yang mengatakan bahwa dia berkata pada ayahnya tentang hadits ini. Ayahnya menjawab bahwa hadits ini dusta dan batil. Syaikh Al Albani sendiri menyimpulkan bahwa hadits ini bathil]
Walaupun hadits ini dinilai batil oleh sebagian ulama, namun banyak ulama yang mengambil faedah dari hadits ini karena hadits ini termasuk dalam keumuman surat Al Maidah ayat 2 di atas.

Penjelasan Ash Shon’ani

“Hadits ini adalah dalil mengenai haramnya menjual anggur yang nantinya akan diolah menjai khomr karena adanya ancaman neraka yang disebutkan dalam hadits. Kalau memang menjual anggur pada orang lain yang diketahui akan menjadikannya khomr, maka ini diharamkan berdasarkan ijma’ (kesepakatan para ulama). Adapun jika tidak diketahui seperti ini, Al Hadawiyah mengatakan bahwa hal ini diperbolehkan namun dinilai makruh karena ada keragu-raguan kalau anggur ini akan dijadikan khomr. Adapun jika sudah diketahui bahwa anggur tersebut akan dijadikan khomr, maka haram untuk dijual karena hal ini berarti telah saling tolong menolong dalam berbuat maksiat.
Adapun jika yang dijual adalah nyanyian, alat musik dan semacamnya, maka tidak boleh menjual atau membelinya dan ini berdasarkan ijma’ (kesepakatan kaum muslimin). Begitu juga menjual senjata dan kuda pada orang kafir untuk memerangi kaum muslimin, maka ini juga tidak diperbolehkan.” (Subulus Salam, 4/139, Mawqi’ Al Islam)

Pelajaran yang Sangat Apik dari Syaikhul Islam

Tidak sah jual beli, jika diketahui akan digunakan untuk yang haram seperti hasil perasan (seperti perasan anggur, pen) yang akan diolah menjadi khomr. Ini adalah pendapat Imam Ahmad dan selainnya. Juga tidak diperbolehkan menjualnya jika ada sangkaan kuat akan digunakan untuk yang haram sebagaimana salah satu pendapat dari Imam Ahmad.
[Hukum menyewakan rumah pada orang yang akan menggunakan rumah tersebut untuk maksiat]
Adapun para ulama Hanabilah mengatakan, “Seandainya pemilik rumah mengetahui bahwa orang yang menyewa rumah tersebut akan menggunakan rumah itu untuk maksiat seperti digunakan untuk menjual khomr dan selainnya, maka pemilik rumah tidak boleh menyewakannya kepada orang tadi. Sewa tersebut tidak sah. Hukum jual beli dan sewa menyewa dalam hal ini adalah sama. ” (Al Ikhtiyarot Al Ilmiyah Li Syaikhil Islam, hal. 108, Mawqi’ Misykatul Islamiyah)

Jika ada yang bertanya: Bagaimana kita bisa mengetahui bahwa orang yang membeli ini akan menggunakan perasan tadi untuk dijadikan khomr atau dia meminum langsung?

Syaikh Abu Malik menjawab,

Cukup dengan sangkaan kuatmu. Jika orang tersebut terlihat adalah orang yang sering membeli perasan untuk dijadikan khomr, jadilah haram menjual barang tersebut padanya. Karena jika kita tetap menjualnya berarti kita telah menolongnya dalam berbuat dosa dan melanggar batasan Allah. Padahal Allah melarang bentuk tolong menolong seperti ini. Jika orang tersebut menurut sangkaan kuat tidak demikian, maka jual beli tersebut tetap sah dan tidak terlarang.” (Shohih Fiqih Sunnah, 4/409)

Kesimpulan:

Jika barang yang dijual pada asalnya halal lalu diketahui atau berdasarkan sangkaan kuat akan digunakan oleh pembeli untuk maksud yang haram, maka jual beli tersebut tidak sah dan haram.
Jika barang yang dijual pada asalnya halal dan tidak diketahui akan digunakan oleh pembeli untuk yang haram, maka jual beli tersebut tetap sah dan tidak terlarang.

Semoga dengan penjelasan yang singkat ini dapat menjawab permasalah di awal tadi.
Semoga Allah selalu memberikan kita ilmu yang bermanfaat.
Alhamdu lillahilladzi bi ni’matihi tatimmush sholihaat.

Panggang, Gunung Kidul, 21 Muharram 1430 H
Yang selalu mengharapkan ampunan dan rahmat Rabbnya
Muhammad Abduh Tuasikal, ST

8 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. jazakumullah khairon…

    penjelasan yg sangat bermanfaat dan bagus…
    uhibbuka fillah…

  2. Jazaakumullah khairan akhi

    Masukan yach boleh kan?

    Sekarang dalam dataran praktek ketika jualan komputer tapi pembelinya majhul tidak diketahui, sedangkan kita tahu bahwa di negeri kita di Indonesia rata-rata pembeli adalah juga akan memanfaatkan komputer itu untuk hal-hal yang maksiat. Terus kesimpulan dari jual beli itu bagaimana ustadz, apakah boleh bisnis komputer atau tidak boleh? (kalau mau bersikap wara’ memang lebih baik dihindari tapi ini masalah boleh atau tidaknya dan sah tidaknya jual beli)

    Jadi sebenarnya pertanyaan ana adalah bukan jual beli barang halal untuk maksiat tapi jual beli barang yang satu sisi haram satu sisi halal seperti komputer, kain, sutra, emas dan semacamnya dengan catatan pembeli majhul tidak diketahui akan dimanfaatkan untuk apa.

    Dalam penerapan ayat larangan berta’awun dalam dosa dan permusuhan juga perlu dalil-dalil dan kaidah tambahan, coba antum lihat website ustadz Kholid di http://ustadzkholid.com/tanya-ustadz/apakah-perkerjaan-saya-terlaknat%E2%80%A6/ , semoga menambah pengetahuan antum.

    Tambahan coba dibuka hadits kisah orang yang jualan baju sutra di pintu masjid (Shahih al-Bukhari No 1962) di bawah

    بَاب التِّجَارَةِ فِيمَا يُكْرَهُ لُبْسُهُ لِلرِّجَالِ وَالنِّسَاءِ

    coba kalau ada waktu dicari penjelasannya dari para syurrah

    semoga ALLAH menambah ketamakan antum akan ilmu

  3. alhamdulillah, artikel yang sangat bagus. Ana jadi semakin mengerti dengan penjelasan ini.

  4. Semoga Allah selalu memberi taufik pada engkau.

  5. Jazakumullah khoiron masukannya ustadz. Barakallahu fikum

  6. Assalamu’alaikum Akhi. Ana lagi cari peluang bisnis. Antum tahu website berikut ini? xxxxx Ana lihat di foto pemiliknya jenggotan juga. Bisnis sepeti itu haram ataukah halal?

  7. Nanti, ana pelajari dulu. Maaf, situsnya saya hapus biar yang lain gak rancu.

  8. Afwan akhi, antum melupakan sesuatu…. insya Allah, nanti akan ana pelajari :)

    Jazakumullah khairan atas segala perjuangannya menyebarkan ilmu yang haq ini.

    Baarakallahu fiikum

    http://badar.muslim.or.id


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: