Hukum Membaca Al Qur’an bagi Orang yang Junub, Wanita Haidh dan Nifas

Januari 10, 2009 pukul 8:00 am | Ditulis dalam Haidh, Hukum Islam | 8 Komentar
Tag: , , , ,

Oleh Syaikh Abdul Aziz bin Abdillah bin Baz (Ketua Al Lajnah Ad Da’imah lil Buhuts wal Ifta’)
Diterjemahkan oleh Muhammad Abduh Tuasikal, ST

selamatPertanyaan: Kami seorang santri di Sekolah Putri dan kami memiliki pelajaran khusus hafalan Qur’an. Terkadang jadwal kami tersebut bertabrakan dengan waktu haidh kami setiap bulannya. Apakah boleh bagi kami menulis beberapa surat (dari Al Qur’an) di kertas dan bolehkah kami menghafal sebagian dari Al Qur’an?
Jawab:
Diperbolehkan bagi wanita haidh dan nifas untuk membaca Al Qur’an menurut pendapat ulama yang paling kuat. Alasannya, karena tidak ada dalil yang melarang hal ini. Namun, seharusnya membaca Al Qur’an tersebut tidak sampai menyentuh mushaf Al Qur’an. Kalau memang mau menyentuh Al Qur’an, maka seharusnya dengan menggunakan pembatas seperti kain yang suci dan semacamnya (bisa juga dengan sarung tangan, pen). Demikian pula untuk menulis Al Qur’an di kertas ketika hajat (dibutuhkan), maka diperbolehkan dengan menggunakan pembatas seperti kain tadi.
Adapun untuk orang yang junub, tidak boleh baginya membaca Al Qur’an sampai dia mandi junub. Karena disebutkan dalam hadits shohih mengenai larangan hal ini. Dan tidak boleh bagi kita menyamakan antara wanita haidh dan nifas dengan seseorang yang junub. Karena wanita haidh dan nifas mengalami hadats dalam waktu yang lama dan ini berbeda dengan seseorang yang junub. Orang yang junub memiliki kemudahan untuk mandi setiap saat ketika dia mendapatkan junub.
Wallahu waliyyut taufiq.
(Majmu’ Fatawa Ibnu Baz, 10/353)

Pangukan, Sleman, 12 Muharram 1430 H
Yang selalu mengharapkan ampunan dan rahmat Rabbnya
Muhammad Abduh Tuasikal, ST

8 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. Afwan akh, mau tanya, baris kalimat “Adapun untuk orang yang junub, tidak boleh baginya membaca Al Qur’an sampai dia mandi junub.” maksudnya membaca dari mushaf atau dari yang kita hapal juga termasuk di dalamnya ? misal junub diwaktu malam, karena malas mandi jadi hanya wudlu, membaca surat al-ikhlas, alfalaq dan annaas sebelum tidur apa dikategorikan sebagai membaca juga ?
    Jazakalloh…

  2. Terima kasih atas tulisan yang ini yah… saya kemarin mencari cari hukum ini jika sedang haid :)

    makasih …

  3. Jawabannya masih kami proses, tunggu postingan selanjutnya. Barakallahu fikum

  4. ass
    aku mau tanya nih yang wajib mandi junub itu wat org yang abis bersetubuh saja atau wat yang hanya ciuman or pelukan juga thank,z?

  5. @yani
    yang wajib mandi junub adalah yang habis bersetubuh (bertemu dua khitan) baik keluar mani ataupun tidak. Kalau cuma ciuman dan berpelukan tidak perlu mandi junub.

  6. assalamu’alaikum wr.wb
    etap memgangnya seperti biasa? atau harus menggunakan pembatas juga?
    gmn dengan handphone yang di dalamnya ada aplikasi Al Quran? selama haidh apa boleh t
    maksud ada aplikasi ini supaya lebih memudahkan untuk menghapal atau membaca kl di perjalanan.

    Jazakalloh

  7. gmn dengan handphone yag di dalamnya ada aplikasi Al Quran? selama haidh apa boleh tetap memegangnya seperti biasa atau harus menggunakan pembatas juga?
    maksud ada aplikasi ini supaya lebih memudahkan untuk menghapal atau membaca kl di perjalanan.

    jazakalloh…

  8. Kalau buka aplikasi usahakan menggunakan pembatas agar lebih hati2. namun kalau tidak sedang buka application, maka tidak mengapa handphone dipegang.

    Wallahu a’lam


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: