Adikku … Hidup di Dunia Hanyalah Sementara

Desember 30, 2008 pukul 9:00 am | Ditulis dalam Qolbu | 3 Komentar
Tag: , , , , ,

Ditulis oleh : seorang kakak yang selalu menginginkan adiknya mendapat kebaikan dan taufik Allah.

hotel-1Kecil, dimanja. Muda, foya-foya.Tua,kaya raya.Mati,masuk surga.

Inilah bahan candaan anak muda saat ini. Mungkin ini cuma bercanda. Namun, kadang juga ada yang punya prinsip hidup seperti ini.

Seorang adik dinasehati, “Dek, kamu di dunia ini hanya hidup sementara, jagalah ibadahmu.” Entah mengejek atau sekedar guyonan, dia menjawab, “Justru itu kak, kita manfaatkan hidup di dunia sekarang dengan foya-foya.”

Sungguh, adikku ini mungkin belum mendengar hadits-hadits berikut ini. Semoga dengan mengetahuinya bisa membuat hatinya lembut dan semoga Allah memberinya taufik.

Dek … Nabi kita shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah memberi wejangan pada seorang pemuda, yaitu Ibnu ‘Umar. Berikut sabdanya,

“Hiduplah engkau di dunia seakan-akan engkau adalah orang asing atau bahkan seorang pengembara.” (HR. Bukhari no. 6416)

Adikku, negeri asing dan tempat pengembaraan yang dimaksudkan di sini adalah dunia, sedangkan negeri tujuannya adalah akhirat.

Adikku, yang namanya orang asing adalah orang yang tidak memiliki tempat tinggal dan tempat berbaring, namun dia dapat mampir sementara di negeri asing tersebut.
Lalu dalam hadits di atas dimisalkan lagi dengan pengembara.
Wahai adikku, semoga engkau selalu mendapat taufik-Nya. Seorang pengembara tidaklah mampir untuk istirahat di suatu tempat kecuali hanya sekejap mata. Di kanan kirinya juga akan dijumpai banyak rintangan, akan melewati lembah, akan melewati tempat yang membahayakan, akan melewati teriknya padang pasir dan mungkin akan bertemu dengan banyak perampok.

Itulah adikku, permisalan yang dibuat oleh nabi kita shallallahu ‘alaihi wa sallam. Hidup di dunia itu hanya sementara sekali, bahkan akan terasa hanya sekejap mata.

Renungkan juga hadits ini

Adikku, permisalan yang bagus pula dapat engkau renungkan dalam hadits berikut.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Aku tidaklah mencintai dunia dan tidak pula mengharap-harap darinya. Adapun aku tinggal di dunia hanyalah seperti pengendara yang berteduh di bawah pohon dan beristirahat, lalu meninggalkannya.” (HR. Tirmidzi no. 2551. Dikatakan shohih oleh Syaikh Al Albani dalam Shohih wa Dho’if Sunan Abi Daud)

Lihatlah adikku, permisalan yang sangat bagus dari suri tauladan kita. Semoga kita bisa merenungkan hal ini.

Adikku … Segera kembalilah ke jalan Allah, ingatlah akhirat di hadapanmu
Semoga hatimu terenyuh dengan nasehat Ali bin Abi Tholib berikut.

Ali berkata, “(Ketahuilah) dunia itu akan ditinggalkan di belakang. Sedangkan akhirat akan ditemui di depan. Dunia dan akhirat tersebut memiliki bawahan. Jadilah budak akhirat dan janganlah jadi budak dunia. Hari ini (di dunia) adalah hari beramal dan bukanlah hari perhitungan. Sedangkan besok (di akhirat) adalah hari perhitungan dan bukanlah hari beramal lagi.”

Adikku, ingatlah akhiratmu. Ingatlah kematian dapat menghampirimu setiap saat dan engkau tidak dapat menghindarinya. Janganlah terlalu panjang angan-angan. Siapkanlah bekalmu dengan amal sholeh di dunia sebagai bekalmu nanti di negeri akhirat. Perbaikilah aqidahmu, jauhilah syirik, jagalah shalatmu, tutuplah auratmu dengan sempurna, dan berbaktilah pada ortumu.

Semoga Allah memberi taufik padamu. Semoga kita dapat dikumpulkan bersama para nabi, shidiqin, syuhada, dan sholihin.

Disusun di Pangukan-Sleman, 10 Dzulqo’dah 1429,
saat sore hari ketika Allah menganugerahi berkah hujan dari langit.

Rujukan :
Fathul Bari, Ibnu Hajar
Ma’arijul Qobul, Al Hafizh Al Hakami
Fathul Qowil Matin, Syaikh Abdul Muhsin

3 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. assalamu’alaikum akhi fillah

    Wa’alaikumus salam. Semoga Allah selalu memberi petunjuk padamu. Tetap istiqomah Ya Akhi. Janganlah selalu bergantung pada diri sendiri. Mohonlah selalu keistiqomahan dalam agama ini pada Dzat yang Maha Membolak-balikkan Hati. Inni Uhibbukum Fillah.

  2. ya memang hidup hanya sementara….

    http://www.ariex.co.cc

    Inni Uhibbukum Fillah. Semoga Allah mematikan kita dalam keadaan husnul khotimah. Semoga kita dapat dikumpulkan bersama para Nabi, shidiqin, syuhada’ dan sholihin.

  3. Assalamu’alaykum warohmatulloohi wabarokaatuh,

    Na’am, sudah selayaknya kita bersiap diri meninggalkan dunia yang fana ini menuju kampung akherat, dengan selalu menambah simpanan amal kebaikan dan bersegera memenuhi panggilan Alloh Ta’ala dengan memperbanyak amal sholeh serta bertaubat. Kalau tidak, kita pasti akan tertipu dan terkecoh dengan fatamorgana dunia, karena tabiat dunia hanya satu, dunia meninggalkan kita atau kita meninggalkan dunia. Manakah yang lebih dahulu menjemput kita??? maka hanya Alloh yang Maha Mengetahui dan Maha Menentukan.

    Ali bin Abi Tholib rodhiyalloohu’anhu berkata : “Sesungguhnya dunia telah habis berlalu dan akherat semakin mendekat. Dan diantara keduanya masing-masing mempunyai anak keturunan, dan jadilah kalian anak keturunan akherat dan jangan menjadi anak keturunan dunia. Karena sekaranglah kesempatan untuk beramal tanpa ada hisab, dan nanti di akherat hanya ada hisab yang tiada kesempatan untuk beramal.”

    Sesungguhnya kematian itu telah ditentukan dan PASTI akan datang waktunya sebagaimana ketetapan Alloh Subhanahu wa Ta’ala :

    “Tiap-tiap ummat mempunyai batas waktu ; maka apabila telah datang waktunya mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaat pun dan tidak (pula) memajukannya.”(QS. Al-A’roof : 34)

    “Dan Alloh sekali-kali tidak akan menangguhkan (kematian) seseorang apabila datang waktu kematiannya. Dan Alloh Mahamengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Munaafiquun : 11)

    Orang yang mengosongkan hatinya dari tamak dan serakah dunia akan merasa ringan tanpa beban untuk meninggalkannya, total mempersiapkan diri untuk bertemu Robb-nya dan menyongsong masa depan akherat penuh kepastian, serta selalu siap siaga menyambut datangnya perjalanan yang sangat jauh menuju gerbang kematian.

    “Jika cahaya telah masuk ke dalam hati, maka akan menjadi lapang dan tenang.” Mereka bertanya : “Dan apakah tanda-tandanya wahai Rosulullooh?” Beliau bersabda : “KEMBALI KEKAMPUNG KEKEKALAN, BERPISAH DENGAN KAMPUNG PENUH PENIPUAN, DAN BERSIAP-SIAP UNTUK KEMATIAN SEBELUM KEHADIRANNYA.” (Zadul Ma’ad, Ibnu Qayyim/2/23)

    http://www.taman-jatuh-cinta.co.cc


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: