Tidur Pagi Pasti Ada Sebabnya

Desember 26, 2008 pukul 9:30 am | Ditulis dalam Amalan - Do'a, Memanfaatkan Waktu Pagi, Nasehat | 8 Komentar
Tag: , , , ,

Disusun oleh Muhammad Abduh Tuasikal, ST

terbit-matahariTidak mungkin sesuatu terjadi tanpa sebab. Itu mustahil. Begitu juga kebiasaan tidur pagi, pasti ada sebabnya. Apa saja sebabnya menurut agama ini? Berikut penjelasan dan solusinya.

[Sebab pertama] Tidak shalat malam
Tidak shalat malam dapat menyebabkan malas di pagi harinya. Cara mengatasi hal ini adalah dengan mengerjakan sholat malam karena dengan melakukan hal tersebut akan terlepaslah ikatan-ikatan setan.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
عَقِدَ الشَّيْطَانُ عَلَى قَافِيَةِ رَأْسِ أَحَدِكُمْ إِذَا هُوَ نَامَ ثَلاَثَ عُقَدٍ ، يَضْرِبُ كُلَّ عُقْدَةٍ عَلَيْكَ لَيْلٌ طَوِيلٌ فَارْقُدْ ، فَإِنِ اسْتَيْقَظَ فَذَكَرَ اللَّهَ انْحَلَّتْ عُقْدَةٌ ، فَإِنْ تَوَضَّأَ انْحَلَّتْ عُقْدَةٌ ، فَإِنْ صَلَّى انْحَلَّتْ عُقْدَةٌ فَأَصْبَحَ نَشِيطًا طَيِّبَ النَّفْسِ ، وَإِلاَّ أَصْبَحَ خَبِيثَ النَّفْسِ كَسْلاَنَ
“Setan membuat tiga ikatan di tengkuk (leher bagian belakang) salah seorang dari kalian ketika tidur. Di setiap ikatan setan akan mengatakan, “Malam masih panjang, tidurlah!”. Jika dia bangun lalu berdzikir pada Allah, lepaslah satu ikatan. Kemudian jika dia berwudhu, lepas lagi satu ikatan. Kemudian jika dia mengerjakan sholat, lepaslah ikatan terakhir. Di pagi hari dia akan bersemangat dan bergembira. Jika tidak melakukan seperti ini, dia tidak ceria dan menjadi malas.” (HR. Bukhari no. 1142 dan Muslim no. 776)

Benar pula perkataan seorang tabi’in bahwa dengan mengerjakan shalat malam, wajah akan menjadi berseri di pagi hari. Yaitu seorang ulama hadits dari Kufah, Syarik An Nakho’i bin ‘Abdillah, ketika mendiktekan hadits kepada murid-muridnya, di sela-sela mendikte, beliau mengatakan kepada seorang muridnya –yaitu Tsabit bin Musa Az Zahid-,

مَنْ كَثُرَتْ صَلاَتُهُ بِاللَّيْلِ حَسُنَ وَجْهُهُ بِالنَّهَارِ
“Barangsiapa banyak mengerjakan shalat di malam hari, wajahnya akan berseri di pagi harinya.” (HR. Ibnu Majah no. 1333. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini dho’if dalam Shohih wa Dho’if Sunan Ibnu Majah)

Tsabit bin Musa menyangka bahwa ini adalah hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Padahal ini hanyalah perkataan gurunya Syarik karena melihat kezuhudan dan kewaro’an yang ada padanya. (Lihat Taysir Mushtholahul Hadits, hal. 86, Darul Fikr dan Laysa Min Qoulin Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, hal. 89, Maktabah Awladu Syaikh)
Juga disebutkan dalam sebuah hadits bahwa orang yang tidak shalat malam berarti telah dikencingi oleh setan.
Dari Abu Wa’il, dari Abdullah, beliau berkata, “Ada yang mengatakan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa terdapat seseorang yang tidur malam hingga shubuh (maksudnya tidak bangun malam, pen). Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas mengatakan,
« ذَلِكَ الشَّيْطَانُ بَالَ فِى أُذُنَيْهِ ».
“Demikianlah setan telah mengincingi kedua telinganya.” (HR. An Nasa’i no. 1609 dan Ibnu Majah no. 1330. Syaikh Al Albani dalam Shohih At Targib wa At Tarhib no. 640 mengatakan bahwa hadits ini shohih)
Oleh karena itu, agar engkau tidak terbiasa tidur pagi gemarlah melakukan shalat malam. Dengan shalat malam akan membuat engkau lebih bersemangat di pagi hari. Tanyakan saja pada orang yang gemar melakukan shalat malam!

[Sebab kedua] Sering begadang
Itulah yang membuat orang sering tidur pagi. Waktu malam banyak diisi dengan hal yang tidak bermanfaat seperti begadang semalam suntuk main catur atau nonton bola. Ingatlah begadang seperti ini bisa menyebabkan lelah dan ngantuk di pagi hari.
Cara mengatasinya adalah dengan tidur di awal malam.
Dari Abu Ishaq, beliau berkata bahwa beliau menanyakan kepada Al Aswad bin Yazid tentang perkataan ‘Aisyah mengenai shalat malam Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. ‘Aisyah berkata,

كَانَ يَنَامُ أَوَّلَ اللَّيْلِ وَيُحْيِى آخِرَهُ ثُمَّ إِنْ كَانَتْ لَهُ حَاجَةٌ إِلَى أَهْلِهِ قَضَى حَاجَتَهُ ثُمَّ يَنَامُ فَإِذَا كَانَ عِنْدَ النِّدَاءِ الأَوَّلِ – قَالَتْ – وَثَبَ – وَلاَ وَاللَّهِ مَا قَالَتْ قَامَ – فَأَفَاضَ عَلَيْهِ الْمَاءَ – وَلاَ وَاللَّهِ مَا قَالَتِ اغْتَسَلَ. وَأَنَا أَعْلَمُ مَا تُرِيدُ – وَإِنْ لَمْ يَكُنْ جُنُبًا تَوَضَّأَ وُضُوءَ الرَّجُلِ لِلصَّلاَةِ ثُمَّ صَلَّى الرَّكْعَتَيْنِ.

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa tidur di awal malam dan beliau menghidupkan akhir malam (dengan shalat). Jika beliau memiliki hajat (baca : hubungan badan dengan istrinya), beliau menunaikan hajat tersebut kemudian beliau tidur. Pada adzan shubuh pertama, beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam duduk (‘Aisyah tidak mengatakan bahwa beliau bangun). Kemudian beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menuangkan air (‘Aisyah tidak mengatakan bahwa beliau mandi, dan aku mengetahui apa yang ‘Aisyah maksudkan). Jika beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak dalam keadaan junub, beliau berwudhu seperti wudhu seseorang yang hendak shalat. Kemudian beliau shalat dua raka’at.” (HR. Muslim no. 739)

Diriwayatkan dari Abi Barzah, beliau berkata,
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – كَانَ يَكْرَهُ النَّوْمَ قَبْلَ الْعِشَاءِ وَالْحَدِيثَ بَعْدَهَا
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membenci tidur sebelum shalat Isya’ dan ngobrol-ngobrol setelahnya.” (HR. Bukhari no. 568)

Oleh karena itu, usahakanlah agar kita tidur di awal malam agar bisa bangun shalat malam dan tidak malas-malasan atau kepayahan di pagi hari. Semoga Allah memudahkan kita dalam hal ini.

[Sebab ketiga] Terpengaruh dengan teman yang punya kebiasaan tidur pagi
Ini juga merupakan sebab tidur pagi. Karena melihat tetangganya tidur pagi, dia pun ikut tidur dan malas-malasan. Itulah akibat teman atau tetangga yang tidak baik.
Cara mengatasi hal ini adalah dengan memilih teman yang rajin, yang selalu menjaga waktunya di pagi hari, sehingga kita bisa tertular kerajinannya.

[Sebab keempat] Kebiasaan
Ini juga adalah sebab orang sering tidur pagi karena kesehariannya memang seperti ini. Selepas shalat shubuh, kebiasaannya adalah menghampiri kasur, mengambil selimut dan bantal, sehingga pulas tidur hingga matahari meninggi lalu beranjak kerja atau kuliah. Orang yang punya kebiasaan seperti ini telah hilang keberkahan dari dirinya di waktu pagi.
Cara mengatasinya adalah dengan bersungguh-sungguh menghilangkan kebiasaan buruk tersebut dan senantiasa dibarengi dengan meminta tolong pada Allah. Allah Ta’ala berfirman,

وَالَّذِينَ جَاهَدُوا فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا وَإِنَّ اللَّهَ لَمَعَ الْمُحْسِنِين
“Dan orang-orang yang bersungguh-sungguh di dalam jalan Kami, maka sungguh akan Kami tunjukkan mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik.” (QS. Al ‘Ankabut [29) : 69)

Semoga Allah menjauhkan kita dari kebiasaan buruk tidur di pagi hari dan semoga Allah memudahkan kita melakukan sebab-sebab di atas.

Yang selalu mengharapkan ampunan dan rahmat Rabbnya.
Muhammad Abduh Tuasikal, ST

8 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. nice article pak.keep posting the great article

  2. syukran atas artikelnya, terus terang ana termasuk orang yang suka tidur pagi,mudah-mudahan Allah memudahkan ana untuk menghilangkan kebiasaan buruk ini

  3. @saliem87

    Kita hanya bisa berusaha dan berusaha. Serahkanlah semua urusan ini pada Allah, Dia-lah sebaik-baik tempat tawakkal. Janganlah sandarkan hal ini pada diri sendiri walaupun sekejap mata.

    Semoga Allah memberi taufik pd kita untuk menghindarkan kebiasaan buruk ini.

  4. Assalamualaikum Wr. Wb.

    semoga kita menjadi ahli syurga..amiin

  5. Saya ahlinya…

  6. Tidur yang paling nikmat bis shalat shubuh tau..

  7. I Love IsLam dan Semua Sunnahnya…

    Kayaknya Saya Juga Termasuk Orang yang Suka Begadang Dan Paling Suka Tidur Pagi…

    Tapi Saya Pernah Terbebas Dari Itu Dengan Merubah Kebiasaan saya… Dan akhirnya berhasil Tidur dan Aktivitas saya kembali Normal…

    Tapi Kayaknya iLham Serign datang pada Saat Malam Apalagi pada Saat Saya Bertepatan Begadang… Ya Makanya Kembali Lagi dah…. ( BTW Tau iLham Kan ??? Tetangganya Pak Sodikin ) hahahaha…

    Semoga Kita Semua Selalu Di gerakkan Dalam Hal Hal Yang Sesuai Dengan Petunjuknya… Amien Ya Robbal Alamin

  8. “Dan orang-orang yang bersungguh-sungguh di dalam jalan Kami, maka sungguh akan Kami tunjukkan mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik.” (QS. Al ‘Ankabut [29) : 69)
    berangkat dari artikel yang mas Abduh Tuasikal posting kirangya ingin melaksanakan yang mas sarankan, tapi terkadang kok belum bisa istiqomah ya? masih lagi-lagi malas untuk beraktifitas menuntaskan segala tugas yang sudah berada dipunggung, kenapa ya?mungkin saya harus kembali kepada firman Alloh SWT yang saya kopy dari tulisan mas AT.”orang yang bersungguh-sungguh di dalam jalan Kami, maka sungguh akan Kami tunjukkan mereka jalan-jalan Kami”terkadang memang sebuah kebiasaan baik itu akan tetap bisa dilaksanakan dengan istiqomah ketika Alloh SWT benar-benar memberi petunjuk dan membingnya dari petunjuk.mari kita sama-sama berusaha untuk menjaga dari dari perbuatan yang tidak dan menggantinya dengan perbuatan baik. semoga Alloh SWT melihat kita sebagai orang yang berbuat baik.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: