Masih Tentang Amalan di Hari Tasyriq

Desember 8, 2008 pukul 6:25 pm | Ditulis dalam Amalan - Do'a | Tinggalkan komentar
Tag: , , , ,

Pembahasan kali ini adalah lanjutan dari pembahasan sebelumnya mengenai amalan di hari-hari tasyriq.

Di Hari Tasyriq Dianjurkan untuk Memperbanyak Do’a
Inilah anjuran dari para salaf terdahulu. Di antaranya ‘Ikrimah, beliau mengatakan bahwa dianjurkan untuk membaca do’a berikut di hari-hari tasyriq :
ROBBANA ATINA FID DUNYA HASANAH WA FIL AKHIROTI HASANAH WA QINA ‘ADZABAN NAAR [Ya Robb kami, berikanlah kepada kami kebaikan di dunia dan akhirat, dan selamatkanlah kami dari siksa neraka]
Do’a ini adalah do’a yang paling sering nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam baca. Do’a ini mencakup kebaikan di dunia dan akhirat.
Al Hasan mengatakan, “Kebaikan di dunia adalah kebaikan dalam ilmu dan ibadah. Sedangkan kebaikan di akhirat adalah surga.”
Sufyan mengatakan, “Kebaikan di dunia adalah ilmu dan rizki yang thoyib. Sedangkan kebaikan di akhirat adalah surga.”

Do’a adalah seutama-utamanya dzikir pada Allah Ta’ala dan inilah yang kita diperintahkan di hari-hari tasyriq.

Diriwayatkan dari Al Jashshosh, dari Kinanah Al Qurosy, dia mendengar Abu Musa Al Asy’ariy berkata ketika berkhutbah di hari An Nahr (Idul Adha), “Tiga hari setelah hari An Nahr (yaitu hari-hari tasyriq), itulah yang disebut oleh Allah dengan Ayyam Ma’dudat, do’a pada hari tersebut tidak akan tertolak (pasti terkabul), maka segeralah berdo’a dengan berharap pada-Nya.”

Banyak Bersyukurlah pada Allah di Hari Tasyriq
Pada hari tasyriq terkumpullah berbagai macam nikmat badaniyah dengan makan dan minum, juga terdapa nikmat qolbiyah (nikmat hati) dengan berdzikir kepada Allah. Dengan syukurlah, nikmat-nikmat tersebut menjadi sempurna.
Jika kita diberi taufik untuk mensyukuri nikmat, maka syukur yang baru itu sendiri adalah nikmat. Sehingga perintah syukur selamanya tidak akan usai.
Seorang penyair mengatakan,

Idza kana syukri nikmatillah ni’matan, ‘alayya lahu fi mitsliha yajibu asy syukr

Jika mensyukuri nikmat Allah adalah nikmat, maka karena nikmat semisal inilah, kita wajib bersyukur pula.

Makan & Minum di Hari Tasyriq untuk Memperkuat Dalam Ibadah
Itulah mengapa hari tasyriq disebut dengan hari makan dan minum, juga dzikir pada Allah. Hal ini pertanda bahwa makan dan minum di hari raya seperti ini dapat menolong kita untuk berdzikir dan melakukan ketaatan pada Allah Ta’ala. Dengan inilah semakin sempurnanya rasa syukur terhadap nikmat yaitu dapat menolong dalam ketaatan pada Allah. Oleh karena itu, barangsiapa menggunakan nikmat Allah untuk bermaksiat, berarti dia telah kufur pada nikmat.

Maksiat inilah yang nantinya akan menghilangkan nikmat. Sedangkan bersyukur pada Allah itulah nanti yang akan menghilangkan bencana.

Inilah tambahan faedah dari Latho’if Ma’arif, Ibnu Rojab untuk melengkapi pembahasan kemarin.

Semoga kita dimudahkan untuk beramal sholeh dan selalu dimudahkan mendapat ilmu yang bermanfaat, juga semoga kita termasuk hamba Allah yang bersyukur atas segala nikmat.

Diselesaikan di Panggang-GK, pada yaumun nahr 1429 H.

Tinggalkan sebuah Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: