Kisah : Tangannya Masuk Ke Dubur di Pagi Hari

Desember 5, 2008 pukul 8:22 am | Ditulis dalam Kisah | 5 Komentar
Tag: , , ,

Disusun oleh Muhammad Abduh Tuasikal, ST

kasur1Ini lagi satu kisah orang yang meremehkan ajaran Nabi. Seharusnya dia diam bukan berkomentar macam-macam ketika hadits Nabi disampaikan padanya. Inilah akibatnya. Orang-orang yang memiliki hati, yang memasang telinga dan betul-betul memperhatikanlah yang bisa mengambil pelajaran. Berikut kisah tersebut.
Abu Abdillah Muhammad bin Isma’il At Taimiy –dalam penjelasan beliau terhadap shohih Muslim- mengatakan,

”Aku telah membaca di sebagian kisah (hikayat) mengenai sebagian ahli bid’ah ketika mendengar hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

إِذَا اسْتَيْقَظَ أَحَدُكُمْ مِنْ نَوْمِهِ فَلاَ يَغْمِسْ يَدَهُ فِى الإِنَاءِ حَتَّى يَغْسِلَهَا ثَلاَثًا فَإِنَّهُ لاَ يَدْرِى أَيْنَ بَاتَتْ يَدُهُ
Jika salah seorang di antara kalian bangun tidur, maka janganlah dia mencelupkan tangannya di dalam bejana sampai dia mencucinya tiga kali terlebih dahulu, karena dia tidak tahu di manakah tangannya bermalam.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Dalam rangka mengejek, ahli bid’ah ini berkata, ”Ya, saya tahu ke mana tangan saya bermalam di ranjang!!”
Lalu tiba-tiba pada saat pagi, dia dapati tangannya berada dalam dubur sampai pergelangan tangan.


At Taimiy berkata,

”Oleh karena itu hendaklah seseorang berhati-hati dalam meremehkan sunnah (petunjuk) Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan kondisi-kondisi yang menuntutnya diam. Lihatlah apa yang terjadi pada orang ini karena akibat dari perbuatannya.” (Bustanul ‘Arifin li An Nawawi. Dinukil dari Ta’zimus Sunnah, hal. 19-20, Darul Qosim)

Janganlah kita meremehkan ajaran Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, semoga kisah ini bisa menjadi pelajaran bagi kita semua.
Faedah berharga dari kisah ini :
1. Tidak bolehnya meremehkan ajaran Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam
2. Kita dituntut untuk diam terhadap nasehat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, jangan sampai kita berkomentar apa-apa dalam rangka mengejek ajaran beliau
3. Dianjurkan setelah bangun tidur, sebelum memasukkan tangan dalam bejana, kita dianjurkan untuk mencuci tangan terlebih dahulu sebanyak tiga kali
Semoga kita mendapatkan ilmu yang bermanfaat dan dimudahkan untuk beramal sholeh.

Diselesaikan di pagi hari yang penuh berkah, 7 Dzulhijah 1429 H, Pangukan-Sleman

5 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. semoga Allah menjadikan kita orang2 yang setia mengikuti perintah Allah da Rasul-Nya…

    oya mas..afwan ana ga ada pulsa, jd blum bisa bales sms2antum..
    jazakallahu khoir yah mas.
    ana cinta antum karena Allah..

    ttp istiqomah mas…

  2. mas salam kenal ya…

  3. Minta ijin ana banyak copy paste artikel antum untuk deisebarkan ketemen-temen, salam dari Bogor jazakumullah khoiro.

  4. @ Yadi
    Silakan akhi. Barakallahu fikum

  5. Mas saya juga sama dengan si YADI, minta ijin juga untuk ane PRINT lalu ana sebarin ke temen2 juga…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: